79 Persen Sekolah di Tangsel Gagal Selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka

- Kamis, 24 Juni 2021 | 16:47 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA – Sebanyak 79 persen sekolah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masuk dalam verifikasi Pemerintah Kota Tangsel untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Sekolah-sekolah tersebut adalah jenjang SMP swasta.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie juga menyebut jumlah SMP negeri di Tangsel yang masuk verifikasi PTM tidak jauh berbeda dengan swasta. Namun sayangnya, pandemi Covid-19 di wilayah Tangsel mengalami lonjakan hingga menggagalkan rencana PTM tersebut.

Benyamin mengaku telah mempersiapkan PTM sejak Januari 2021. Persiapan tersebut, kata dia, berupa penyusunan SOP yang sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim. Verifikasi sekolah tidak hanya dilakukan di jenjang SMP, namun juga untuk jenjang TK dan SD.

“Kami sudah menyusun SOP-nya antara lain ruangan kelas hanya digunakan sebanyak 25% sesuai arahan menteri. Kemudian dalam satu minggu hanya 2 hari, satu hari hanya 2 jam pelajaran, tidak ada kantin dan sebagainya. Itu sudah kami persiapkan,” ujarnya dalam konferensi persnya, Kamis 24 Juni 2021.

Salah satu alasan ditundanya PTM di Kota Tangsel, kata Benyamin, karena Covid-19 yang semakin banyak variannya. Tingkat penularan, kecepatan penularan, hingga angka kematian di wilayahnya juga menjadi alasannya untuk menunda PTM di Kota Tangsel.

“Sehingga kami sampai saat ini mendiskusikan ulang mengenai rencana sekolah tatap muka di Tangsel. Artinya bagaimanapun kami akan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga terlebih dahulu. Ini sedang kami diskusikan dengan para persatuan guru, dewan pendidikan, dan dinas pendidikan Kota Tangsel,” tutur dia.

Benyamin membeberkan, berdasarkan rencana awal Kota Tangsel akan melakukan PTM pada minggu kedua bulan Juli dengan SOP yang sudah disusun. Pihaknya saat itu juga sedang menunggu kesediaan dari para orang tua murid untuk memberikan persetujuan anak didiknya melakukan PTM.

Namun seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19, rencana tersebut urung dilakukan. Benyamin menuturkan pihaknya sedang mencermati data harian kasus Covid-19.

“Kalaupun nanti kami akan melakukan PTM, mungkin bukan pada awal-awal tahun ajaran. Kami hati-hati jangan sampai PTM ini mengorbankan kesehatan anak-anak kita,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Kronologi Penembakan Ustaz di Tangerang Versi Polisi

Minggu, 19 September 2021 | 13:26 WIB

Ustaz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

Minggu, 19 September 2021 | 06:04 WIB

Helikopter Terguling di Bandara Budiarto Tangerang

Senin, 13 September 2021 | 15:22 WIB
X