Warga Menolak Pembangunan Jalur SUTET 500 KV Kembangan - Balaraja, Minta Kembalikan Sesuai Perpres

- Selasa, 16 Maret 2021 | 09:42 WIB
Ilustrasi SUTET / Pixabay
Ilustrasi SUTET / Pixabay

TANGERANG, AYOJAKARTA.COM – Dugaan penyimpangan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Kembangan - Balaraja oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapat reaksi penolakan keras dari Paguyuban Talaga Bestari Estate. 

Pasalnya, jalur tersebut dibangun di atas lingkungan pemukiman tanpa adanya sosialisasi awal dari pihak PLN dan telah menyebabkan kerugian bagi warga Talaga Bestari Estate khususnya serta warga kampung lainnya yang ikut terdampak pada umumnya.

Tepat pada hari Sabtu (13/3), Paguyuban Talaga Bestari Estate telah melakukan pembacaan maklumat yang dipimpin oleh Ketua Paguyuban H. Agus Setiawan, SH.MH.CL.M di lokasi tower SUTET terdekat dengan perumahan tersebut. 

”Pembangunan tower SUTET yang telah melewati batas wilayah perumahan Talaga Bestari Estate sangat ditentang oleh warga karena memberikan dampak kerugian jangka panjang baik secara ekonomi, kesehatan dan keamanan," kata Agus dalam keterangan resminya, Selasa (16/3/2021). 

“Selain itu, pembangunan jalur SUTET 500 kV ini telah melanggar ketentuan Perpres No.60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan dan ini merupakan bentuk ketidakadilan kepada warga dari perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh PLN”, tambahnya. 

Sebelumnya, warga Talaga Bestari Estate juga telah menyampaikan protes dengan mengajukan Petisi Penolakan kepada pihak PLN, Bupati, dan DPRD Tangerang. Baik Bupati dan DPRD Kabupaten Tangerang pun mengakui bahwa pembangunan jalur baru SUTET 500 kV ini tidak mematuhi aturan.    

Kelompok masyarakat lain yang merasa dirugikan pun telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN) Jakarta Pusat pada awal Januari 2021 yang ditujukan kepada Presiden Jokowi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan PT PLN.

Pakar Hukum Universitas Indonesia (UI) Harsanto Nursadi mengatakan, PLN perlu melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat sekitar terkait proyek tersebut.

PLN sudah selayaknya berkolaborasi dengan dengan Pemerintah Daerah untuk mensosialisasikan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) kepada khalayak umum, sehingga masyarakat mengerti tentang maksud dan tujuan pembangunan infrastruktur kelistrikan sebagai Proyek Strategis Nasional,” kata Harsanto.

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Kronologi Penembakan Ustaz di Tangerang Versi Polisi

Minggu, 19 September 2021 | 13:26 WIB

Ustaz di Tangerang Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

Minggu, 19 September 2021 | 06:04 WIB

Helikopter Terguling di Bandara Budiarto Tangerang

Senin, 13 September 2021 | 15:22 WIB
X