Klub Jaya Raya Minta Greysia Polii Tak Buru-buru Gantung Raket

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 13:49 WIB
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 / dok.badmintonindonesia.org
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 / dok.badmintonindonesia.org

TEBET, AYOJAKARTA – Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wiguna menyampaikan beberapa pesan kepada pebulutangkis yang baru saja menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Selaku klub yang menaungi Greysia Polii, Jaya Raya berpesan agar anak didiknya itu tidak terburu-buru untuk pensiun atau gantung raket.

Imelda berpesan kepada Greysia agar menunggu junior-juniornya naik ke level atas sebelum memutuskan untuk gantung raket. Hal ini didasari dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.

“Pengalaman yang lalu-lalu ketika di satu kelompok ada yang juara, ada yang bagusnya, jangan langsung berhenti. Tunggu dulu di bawahnya untuk naik,” ujar Imelda dalam pernyataan persnya secara daring, Rabu 4 Agustus 2021.

Imelda bahkan meminta izin kepada suami dari Greysia untuk mengizinkan Greysia menunda pensiunnya dalam waktu dekat ini. Imelda berpesan agar Greysia bisa bertahan kurang lebih setengah tahun atau satu tahun lagi.

“Dengan rasa egois saya, saya ingin Greysia tunggu dulu, supaya Apriyani (Rahayu) bisa dapat partner yang pas. Jangan langsung ditinggalin,” begitu pesan Imelda.

Dia mengatakan, jika pengganti Greysia memakan waktu yang lama untuk dipasangkan dengan Apriyani, pihaknya yang mengalami kerugian. Kendati berpesan agar tidak terburu-buru meninggalkan dunia bulu tangkis, Imelda tetap akan membiarkan semua keputusan di tangan Greysia dan keluarganya.

Sebagai informasi, Klub Jaya Raya tidak saja hanya menaungi Greysia. Apriyani Rahayu juga termasuk dalam daftar anak asuhnya. Berdasarkan sejarah, Klub Jaya Raya konsisten menjadi klub penyumbang emas olimpiade terbanyak untuk Indonesia.

Berdasarkan catatan, Susi Susanti yang juga binaan Jaya Raya berhasil menyabet medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992. Kemudian ada Tony Gunawan/Candra Wijaya di Olimpiade Sydney 2000, lalu juga ada Hendra Setiawan/Markis Kido pada Olimpiade Beijing 2008. 

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Ini Skuad Tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2020

Senin, 20 September 2021 | 15:23 WIB

Debut di Piala Sudirman, Putri KW Justru Termotivasi

Selasa, 14 September 2021 | 14:25 WIB

Keinginan Richard Mainaky di Sisa Waktu Jelang Pensiun

Senin, 13 September 2021 | 14:45 WIB
X