Pengurus dan Komite Eksekutif PSSI Harus Bersih dari Rangkap Jabatan!

- Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:45 WIB
Logo PSSI/Suara.com
Logo PSSI/Suara.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan Komite Eksekutif PSSI akan digelar pada 2 November 2019 mendatang. 

Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali mengingatkan, sebelum terpilihnya figur-figur yang akan memimpin PSSI periode 2019-2023 perlu komitmen bersama demi kemajuan sepakbola Indonesia. Komitmen bersama dimaksudnya pejabat maupun pengurus PSSI tak boleh lagi rangkap jabatan. 

Sebab, menurut dia, sejauh ini rangkap jabatan adalah sumber masalah di sepakbola nasional dalam rentang 20 tahun terakhir. Rangkap jabatan memunculkan opini negatif sekaligus juga menghadirkan conflict of interest alias konflik kepentingan.

"Contoh paling konkret adalah pengurus PSSI saat ini. Dari 15 anggota Komite Eksekutif hampir semuanya rangkap jabatan di PSSI maupun di klub maupun Asosiasi Provinsi," tegasnya.  

Sebut misalnya, Edy Rahmayadi (Pembina PSMS dan PS TNI plus pemilik saham mayoritas PSMS),  Wakil Ketua Umum Joko Driyono (Pemilik Saham Persija Jakarta), Iwan Budianto (Presiden Arema FC), Yoyok Sukawi (Presiden PSIS Semarang), Pieter Tanuri (Presiden Bali United), Condro Kirono (Presiden klub Bhayangkara FC). Sementara Johar Lin Eng (Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah), Dirk Soplanit (Maluku), juga Yunus Nusi (Kalimantan Timur). 

"Akhirnya, kerja di Komite Eksekutif tidak fokus. Benturan kepentingan terjadi. Alhasil, perolehan hasil klub-nya selalu dikaitkan dengan keberadaannya di PSSI," terang Akmal.

Ia meminta semua pengurus inti PSSI harus fokus agar bisa menjalankan cita-cita reformasi tata kelola sepak bola nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.  

AYO BACA : PSSI Tetapkan Jadwal Final Leg 2 PSM Makassar vs Persija

"PSSI juga harus dikembalikan ke makna singkatannya: PSSI (Profesional-Sportif-Sehat-Integritas). Ini penting untuk kita jaga bersama. Rangkap jabatan akan membuka konflik kepentingan dalam pengambilan-pengambilan keputusan penting untuk sepak bola nasional,” Akmal menambahkan.

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Ini Skuad Tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2020

Senin, 20 September 2021 | 15:23 WIB

Debut di Piala Sudirman, Putri KW Justru Termotivasi

Selasa, 14 September 2021 | 14:25 WIB
X