Pahami Kondisi Mental Anak-anak di Masa Pandemi Keterangan

- Rabu, 2 September 2020 | 07:11 WIB
[Ilustrasi] Anak-anak berisiko terdampak kondisi mentalnya di tengah pandemi. (Pixabay/Free-photos)
[Ilustrasi] Anak-anak berisiko terdampak kondisi mentalnya di tengah pandemi. (Pixabay/Free-photos)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM — Anak-anak termasuk ke dalam golongan yang tidak terlalu berisiko terhadap Covid-19. Secara fisik, mereka mungkin lebih aman dibanding orang-orang dewasa. Namun ini tidak berarti mereka juga aman secara mental.

Sebuah ulasan dalam Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry menyatakan anak-anak dan remaja memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kesepian, depresi, dan kecemasan selama pandemi. Hal ini dikarenakan mereka terisolasi dari teman-teman, guru dan keluarga yang lain.

Kesehatan mental anak sangat sulit diketahui jika hanya dari luar. Oleh karena itu, orangtua lebih baik bertanya dan mendengarkan mengenai perasaan anak-anak mereka. Bertanya secara rutin mengenai keadaan mereka membuat orangtua akan bisa lebih memahami dan memberikan dukungan saat anak-anak membutuhkannya.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk lebih mengetahui kesehatan mental anak-anaknya.

AYO BACA : 5 Hal yang Bisa Orang Tua Lakukan saat Kelas Daring

1.Memastikan keadaan mental diri. Anak-anak dan remaja biasanya meniru orangtua mereka dalam hal mengidentifikasi, mengekspresikan dan mengelola emosi mereka. Orangtua harus bisa mengelola emosinya sendiri terlebih dahulu sebelum memperhatikan kondisi mental anak-anaknya.

2.Kenali tanda-tanda kecemasan dan depresi. Kecemasan adalah salah satu kondisi mental yang umum dimiliki oleh anak-anak. Saat merasa takut dan khawatir, anak-anak mungkin saja menampilkan gejala fisik seperti kelelahan, sakit kepala, atau sakit perut.

Adanya kecemasan atau depresi juga dapat dilihat dari perubahan perilaku. Anak-anak mungkin lebih mudah marah, mudah menangis, atau lebih manja. Sementara remaja bisa terlihat dari perubahan pada pola tidur, pola makan, aktivitas sosial dan fisik, motivasi rendah, dan kekurangan energi.

Orangtua juga harus melihat tanda-tanda menyakiti diri sendiri secara emosional maupun fisik. Beberapa anak mungkin melukai diri sendiri, menarik-narik rambut mereka, minum alkohol, atau mengonsumsi obat-obatan. Sementara secara emosional, dapat berupa perasaan tidak berguna ataupun berbicara negatif tentang dirinya sendiri.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Cara Cepat Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Senin, 27 September 2021 | 13:51 WIB

Cara Mudah Mengatasi Tumit Pecah-pecah dengan Benar

Senin, 27 September 2021 | 13:17 WIB

6 Pertanda Kamu Kekurangan Vitamin

Minggu, 26 September 2021 | 08:50 WIB

7 Manfaat Buah Naga: Nomor 5 tentang Kekebalan Tubuh

Sabtu, 25 September 2021 | 13:56 WIB

Begini Tahapan Menggunakan Skincare Pada Malam Hari

Jumat, 24 September 2021 | 13:47 WIB

Ketahui Tipe Masker Wajah Mana yang Cocok Untuk Kulitmu

Kamis, 23 September 2021 | 13:12 WIB

Benarkah Minum Air Putih Bisa Turunkan Berat Badan?

Kamis, 23 September 2021 | 06:56 WIB

Kenali 3 Penyebab Bau Mulut yang Sering Terjadi

Rabu, 22 September 2021 | 19:16 WIB

Hindari 5 Hal Ini Saat Perut Kosong

Selasa, 21 September 2021 | 08:48 WIB

5 Kebiasaan di Pagi Hari Ini Bisa Bikin Berat Badan Naik

Selasa, 21 September 2021 | 08:35 WIB

Penyebab Berat Badan Susah Turun Meski Sudah Diet Ketat

Minggu, 19 September 2021 | 16:00 WIB

Ikuti Cara Ini Untuk Memanjangkan Rambut

Sabtu, 18 September 2021 | 18:21 WIB
X