Buat Konten yang Manfaatnya Banyak, Siapa Tahu Viral

- Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:59 WIB
Repro
Repro

KARYAWAN pabrik sabun setiap harinya memproduksi barang (sabun) yang sama. Minggu pertama, minggu kedua, dan seterusnya, mereka memproduksi sabun yang sama. Berbeda dengan tim media sosial (medsos). Personil tim medsos memproduksi konten yang setiap hari berbeda.
 
Selain itu, konten yang diproduksi wajib benar. Jika konten itu berupa tulisan, Anda baca harus benar, gaya bahasa harus sesuai dengan target pesan, dan lain-lain (Hlm. 175). Bisa dibully terus-menerus jika konten yang dibuat salah-salah.

Apakah benar saja cukup? Ternyata belum. Konten yang diproduksi tim medsos juga harus menarik dan sesuai selera publik. Tak heran, dibutuhkan personil tim medsos yang jago, baik di bidang produksi hingga distribusi konten.   

Konten yang dibuat juga diharapkan agar bisa viral. Secara umum, viral itu jika konten dan produk yang kita buat dibicarakan banyak akun medsos, diberitakan media dan menjadi obrolan di darat (Hlm. 153). Skala viral pun berbeda, bisa viral di internal organisasi, daerah, nasional dan global.

Semakin besar manfaat produk dan konten yang Anda buat, semakin viral produk tersebut (Hlm. 154). Penulis buku ini mencontohkan Gojek, Grab dan www.change.org, yang menjadi viral karena manfaatnya banyak. Gojek dan Grab, misalnya, bisa mengurangi pengangguran. Hadirnya start-up itu menambah lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Start-up tersebut juga membuat makin efisien hidup masyarakat. Pelanggan yang memakai jasa ojol itu merasa nyaman karena tarifnya yang pasti dan bisa sampai di tempat tujuan tak terlambat. Pengemudi ojol yang menyetir dengan ugal-ugalan juga bisa dilaporkan dengan mudah.

Hariqo, penulis buku ini memberikan tips lain agar konten yang dibuat tim medsos bisa viral. Jika organisasi Anda belum bisa membuat konten dan produk yang viral di segala lapisan masyarakat, maka buatlah konten yang bisa viral di kalangan masyarakat tertentu (Hlm. 151).

Jonah Berger dalam bukunya berjudul “Contagious, Why Things Catch On” mengungkapkan rahasia sebuah produk atau konten menjadi viral. Sebuah produk atau konten, menurutnya, harus memenuhi STEPPS, akronim dari Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical Value dan Stories. Buku “Seni Mengelola Tim Media Sosial” ini juga mengajak pembaca untuk mempraktekkan enam hal tersebut, dan bisa diisi di dalamnya.

Memang banyak buku yang menjelaskan tentang media sosial. Namun, hanya buku ini yang menjelaskan mengenai tim media sosial.  Tim media sosial mewadahi organisasi yang punya minat, bakat di bidang produksi dan distribusi konten (Hlm. 22). Hakikat tim medsos bukanlah mengelola medsos secara teknis, tapi mengelola pikiran orang, mengelola titik temu antara kepentingan organisasi Anda dan harapan masyarakat.

Berapa jumlah personil tim medsos?. Minimal tiga orang dan maksimal bisa berapa saja tergantung kebutuhan dan kemampuan organisasi Anda (Hlm. 47).

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Joe Biden is Not My President! Begitu Katanya...

Kamis, 21 Januari 2021 | 13:22 WIB

PDIP Sendirian Hadapi Demo Umat Islam

Jumat, 26 Juni 2020 | 11:13 WIB

Angka Sempurna

Jumat, 26 Juni 2020 | 09:36 WIB

PDIP Diserang, PDIP Melawan

Kamis, 25 Juni 2020 | 11:40 WIB

Lagi

Kamis, 25 Juni 2020 | 10:18 WIB

Penyair Rendah Hati

Rabu, 24 Juni 2020 | 09:37 WIB

Siapa Memeras Pancasila?

Selasa, 23 Juni 2020 | 19:08 WIB

MUI Jangan Khianati Umat

Selasa, 23 Juni 2020 | 12:59 WIB

Menerawang Keindahan

Selasa, 23 Juni 2020 | 09:20 WIB

Guo Kai

Senin, 22 Juni 2020 | 11:31 WIB

Kenangan Aceh di Kota Tua Jakarta

Senin, 22 Juni 2020 | 10:26 WIB

Takut Informasi

Senin, 22 Juni 2020 | 09:42 WIB

Umat Islam Buru Oknum Di Balik RUU HIP

Minggu, 21 Juni 2020 | 11:28 WIB

Teka-Teki Deret Angka

Minggu, 21 Juni 2020 | 07:27 WIB

Kelirumologi Pukul-Rataisme

Sabtu, 20 Juni 2020 | 12:50 WIB
X