Pro Kontra Pelaksanan Asesmen Nasional 2021 di Tengah Pagebluk Covid-19

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 16:32 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA – Program pengganti Ujian Nasional (UN) pada jenjang SD hingga SMA sederajat, Asesmen Nasional, memunculkan pro kontra di kalangan pengajar. Pro kontra ini muncul ketika Asesmen Nasional akan segera dilaksanakan pada bulan September ini.

Seperti yang diketahui, Asesmen Nasional adalah program dari kebijakan pemerintah untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan sekolah dasar dan menengah. Program ini sebagai pengganti UN yang kerap menjadi diskriminasi antara si kaya dan si miskin.

Dimana umum terjadi bahwa si kaya cenderung memperoleh hasil UN yang tinggi, karena akses terhadap bimbingan belajar, dan hasil UN yang kurang memuaskan bagi si miskin.

Namun, menjelang dilaksanakannya Asesmen Nasional tahun ini, organisasi guru tingkat nasional ramai-ramai meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk membatalkan program tersebut.

Mereka yang tergabung dalam Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) memilih untuk mendesak dibatalkannya program tersebut. Salah satu alasannya tentu masih berkaitan dengan tingginya kasus dan tingkat penularan Covid-19 di Indonesia.

Asesmen Nasional Dinilai Menambah Ketimpangan Digital

P2G menilai bahwa Asesmen Nasional semakin menambah ketimpangan digital yang sudah ada sejak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diberlakukan. Berdasarkan data Kemendikbud 2021, sebanyak 20,1% siswa dan 22,8% guru tidak memiliki perangkat seperti gawai, komputer, dan laptop.

Hal ini mengingat bahwa dalam pengerjaan Asesmen Nasional, harus dilaksanakan di tempat yang memiliki akses internet dan penggunaan alat teknologi.

“Realitanya ada sekitar 120 ribu SD yang belum memiliki TIK (komputer) minimal 15 paket. Termasuk 46 ribu sekolah yang sama sekali tidak punya akses internet bahkan aliran listrik. Belum ditambah kualitas sinyal internet yang buruk di beberapa wilayah,” kata Anggota Dewan Pakar P2G Suparno Sastro, dalam keterangan yang diperoleh Ayojakarta, Kamis 5 Agustus 2021.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X