Pendidikan yang Memadai Dinilai Bisa Jadi Keuntungan Manfaatkan Bonus Demografi Indonesia

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 10:26 WIB
Ilustrasi / Pixabay
Ilustrasi / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa di era disrupsi saat ini, menjadi bagian dari sivitas akademika perguruan tinggi tidaklah mudah, termasuk sebagai mahasiswa. Kampus yang berhasil menerapkan tri dharma perguruan tinggi, kata dia, tidak otomatis memiliki kinerja kampus yang dianggap berhasil.

“Karena tuntutan terhadap kontribusi perguruan tinggi saat ini sangatlah besar, baik secara internal maupun eksternal. Misalnya, link and match, antara profil lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi, dengan kebutuhan dunia kerja,” papar menteri yang kerap dipanggil Gus Halim.

Gus Halim kembali mengingatkan bahwa saat ini Indonesia memiliki bonus demografi berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020. Hasil itu menyatakan bahwa dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 270,20 juta jiwa, 70,72 persen merupakan penduduk dengan usia produktif yaitu 15-64 tahun.

Dia mengatakan tren meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia bisa sampai tahun 2035. Hal ini, menurut Gus Halim justru bisa menghasilkan dampak positif.

Oleh karena itu, Gus Halim mendorong agar para mahasiswa harus tumbuh untuk meningkatkan produktifitas, dengan cara membangun konstruksi berpikir bahwa kampus bukan hanya tempat belajar teori dan ilmu pengetahuan.

“Kampus adalah arena untuk mengembangkan diri, mengasah kepribadian dan mengoptimalkan segala potensi dalam diri. Ciptakanlah ruang-ruang epistemik yang produktif, agar budaya akademik di kampus semakin progresif,” ujarnya saat membawakan orasi ilmiah di penerimaan mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Walisongo secara virtual, Rabu 4 Agustus 2021.

"Aktiflah di UKM-UKM untuk mengasah skill dan keterampilan. Tumbuhlah menjadi generasi muda yang cerdas, visoner dan skillfull. Apalagi kita saat ini sedang memasuki era revolusi industry 4.0 dan society 5.0," tambahnya.

Gus Halim memahami bahwa berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan oleh para ahli mengatakan dari seluruh negara-negara di Asia yang terbangun sejak dari tahun 1950, tidak semua berhasil memanfaatkan bonus demografi yang mereka miliki.

Dia mengatakan, bonus demografi tidak serta-merta menimbulkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, ada sejumlah prasyarat bagi bonus demografi, agar mampu membuat akselerasi yang positif, bagi pembangunan ekonomi maupun pembangunan sosial. Salah satu syarat tersebut adalah investasi di human capital atau investasi dalam sektor pembangunan sumber daya manusia.

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Virus Corona Tak Akan Hilang, Begini Pesan Dokter Reisa

Selasa, 28 September 2021 | 11:59 WIB

Mudah, Begini Cara Cek NIK KTP Secara Online

Selasa, 28 September 2021 | 09:19 WIB

Kematian Anak Akibat Covid-19 Tinggi

Selasa, 28 September 2021 | 08:26 WIB

Menkes Sebut PTM Bakal Ditiadakan Jika Terjadi Hal Ini

Selasa, 28 September 2021 | 06:55 WIB

Polisikan Fatia dan Haris Azhar , Ini Kata Luhut

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB
X