Kisah Peneliti Indonesia di Balik Vaksin AstraZeneca

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 13:41 WIB
ilustrasi / dok. Pixabay
ilustrasi / dok. Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA – Dua anak muda Indonesia yang menimba ilmu di Universitas Oxford Inggris menjadi viral beberapa pekan belakangan. Mereka menjadi buah bibir di kalangan anak muda lainnya karena berkontribusi dalam pengembangan vaksin AstraZeneca yang bekerjasama dengan Universitas Oxford.

Dua orang itu adalah Carina Citra Dewi Joe dan Indra Rudiansyah. Mereka sama-sama menuntut pendidikan di Jenner Institute Oxford University.

Mereka sangat senang sekaligus merasa tertantang ketika diberikan tanggungjawab besar untuk ambil andil dalam menyelamatkan jutaan manusia di dunia akibat infeksi virus Covid-19.

“Senang dan bangga karena saya bisa langsung belajar dari orang yang memang professional di bidang clinical trial. Jadi saya bisa dapat banyak ilmu dari bagaimana mereka manage design clinical trial, merekrut volunteer, dan bagaimana teman-teman di lab melakukan pembagian tugas,” cerita Indra dalam obrolannya di Instagram milik Duta Besar Indonesia Untuk Inggris @desrapercaya, Selasa 3 Agustus 2021.

Indra bercerita bahwa selama pembuatan dan pengembangan vaksin AstraZeneca, banyak hal dapat terjadi di laboratorium. Namun, kata dia, profesionalitas orang-orang di dalamnya membuat mereka dapat saling belajar dan memperbaiki kekurangan.

Sama halnya dengan pengalaman Indra, Carina juga merasakan atmosfir yang serupa. Carina merasa senang karena hasil kerjanya bersama timnya mempunyai pengaruh langsung untuk masyarakat global.

Carina membeberkan baha dalam satu setengah tahun ini, dia bekerja 7 hari dalam seminggu dan lebih dari 12 jam dalam sehari. Kerja keras itu Carina rasakan tanpa libur dan istirahat.

“Tanpa libur, tanpa istirahat dalam satu setengah tahun demi vaksin yang bisa digunakan di seluruh dunia,” ujar Carina yang berstatus sebagai salah satu tim manufacturing vaksin AstraZeneca-Oxford.

Namun di sisi lainnya, dia merasa senang akhirnya vaksin AstraZeneca itu telah disetujui di 178 negara hingga awal Juli 2021. Bahkan, kata Carina, vaksin tersebut sudah digunakan sebanyak 700 juta dosis di seluruh dunia.

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Polisikan Fatia dan Haris Azhar , Ini Kata Luhut

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X