Komunitas Peduli Pendidikan SEVIMA Hadir di Tengah Rumitnya Pengelolaan Pendidikan Tinggi

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:38 WIB
salah satu kegiatan SEVIMA berupa pemberian beasiswa / dok. SEVIMA
salah satu kegiatan SEVIMA berupa pemberian beasiswa / dok. SEVIMA

TEBET, AYOJAKARTA – Permasalahan kerap dihadapi oleh operator atau personil dari perguruan tinggi. Permasalahan tersebut salah satunya berupa layanan sistem operasional kampus, manajemen keuangan, atau berbagai platform pembelajaran yang memudahkan pembelajaran.

Akibat adanya permasalahan-permasalahan tersebut, Komunitas SEVIMA hadir untuk membuat wadah saling berbagi, saling berusaha, dan saling membantu satu sama lain untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi.

SEVIMA adalah perusahaan Education Technology (Edtech) yang telah berkiprah selama 18 tahun untuk menghadirkan solusi-solusi layanan di dunia pendidikan tinggi. Bisnis model SEVIMA adalah Software as a Service (SaaS) dimana semua layanan sevima berada di cloud dan bisa diakses melalui internet, konsultasi adalah salah satu layanan kami untuk membantu para perguruan tinggi menentukan solusi yang tepat.

SEVIMA awalnya didirikan di tahun 2004 sebagai Software Company dan pada tahun 2017 berubah menjadi B2B SaaS Company yang fokus memberikan layanan kepada Perguruan Tinggi diseluruh Indonesia.

CEO SEVIMA Sugianto Halim mengatakan saat ini perusahaannya itu telah melayani lebih dari 500 kampus, dari Aceh sampai Papua. Mereka menyediakan layanan mulai dari sistem operasional kampus atau yang lebih dikenal dengan SIAKADCloud, manajemen keuangan kampus FinanceCLoud, atau Platform Pembelajaran Jarak Jauh EdLink.

“Komunitas SEVIMA lambat laun tumbuh berkembang sampai punya julukan khas yaitu para #pejuang PDDIKTI. Bersama - sama sekitar 3200+ anggotanya komunitas SEVIMA senantiasa menggelar event-event webinar, ajang penghargaan terhadap para anggotanya, dan diskusi seputar permasalahan pendidikan tinggi dan solusinya,” ujar Sugianto ketika dihubungi oleh Ayojakarta, Jumat 30 Juli 2021.

Alasan Dibalik Kepeduliannya Terhadap Dunia Pendidikan

Ketika ditanya mengapa pendidikan, Sugianto menjawab bahwa pendidikan adalah salah satu faktor penting yang dapat mengubah masa depan  seseorang, bahkan masa depan suatu bangsa. Oleh sebab itu, SEVIMA sebagai perusahaan anak bangsa ingin mendukung revolusi pendidikan di Indonesia dengan berbagai macam solusi yang dibuat.

“Agar institusi pendidikan benar-benar bisa berperan di tugas utama mereka dan biarkan urusan operasional, administrasi, dan kerumitan pelaporan ditangani  oleh kami (SEVIMA) dengan bantuan kecanggihan teknologi terkini,” katanya.

Dalam suatu diskusi bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kabinet Indonesia Maju Mohamad Nasir, yang mengakui bahwa ada kerumitan perguruan tinggi melakukan aktivitasnya karena minimnya integrasi. Sehingga alih-alih mengajar, Nasir mengatakan civitas akademika justru disibukkan dengan pelaporan dan peng-SPJ-an yang merupakan masalah klasik di Indonesia.

“Padahal, pengelolaan pendidikan tinggi tidak harus seperti itu. Seharusnya misal, dosen memberi kuis, nilai dari kuis tersebut seharusnya bisa terekap otomatis dan masuk ke dalam rapor mahasiswa serta dalam sistem pelaporan PDDIKTI. Alih-alih dosen itu membuat kuis pakai aplikasi Formulir Online, lalu didownload sheet hasil nilainya, lalu direkap manual satu persatu, lalu diupload lagi ke sistem akademik kampus, dan operatornya upload lagi ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi,” kata Nasir.

Sugianto menuturkan, hal itu yang melatarbelakangi Komunitas SEVIMA untuk fokus pada dunia pendidikan dengan cara menyediakan solusi terintegrasi berbasis IT untuk pendidikan tinggi.

Seberapa Besar Manfaat Produk SEVIMA Bagi Civitas Akademik Kampus?

Staf Layanan Teknologi dan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Inayati Fajriyah mengatakan sudah dua tahun memakai salah satu produk SEVIMA bernama Profeeder. Sistem yang diciptakan oleh SEVIMA ini, merupakan solusi untuk mempermudah import data dan pelaporan data perguruan tinggi ke PD-Dikti sesuai dengan standard an format yang ditetapkan Kemenristek Dikti.

“ITS tergolong perguruan tinggi yang lumayan besar datanya. Ada sekitar 22 ribu mahasiswa,” ujar Inayati dalam video yang diunggah di website SEVIMA.

Dia bercerita, sebelum memakai Profeeder, dia mengalami kesusahan untuk mendeteksi detail data antara yang ada di sistem informasi kampus dan dengan data di Dikti. Selain itu, sistem tersebut belum bisa membandingkan secara user friendly.

“Kalau sekarang kita bisa compare lansung. Sebelah kiri adalah data kampus dan sebelah kanan dari yang ada di Profeeder. Jadi kita bisa paham bahwa mahasiswa ini ternyata datanya yang kurang adalah kolom tempat lahir misalnya,” kata Inayati.

Tidak hanya kalangan staf kampus, mahasiswa juga ada yang memakai produk dari SEVIMA. Contohnya yaitu Ulvi yang merupakan salah satu mahasiswa di Politeknik Pariwisata Makassar.

“Salah satu fitur yang paling menarik yaitu ada di Edlink. Banyak sekali sumber-sumber informasi yang bisa kita baca, yang terpercaya dan akurat,” ujarnya.

“Edlink juga langsung terhubung dengan Zoom. Jadi tidak perlu repot ketika ada forum (kelas online),” ujar Gizella, mahasiswi di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Edlink juga merupakan salah satu produk yang dihasilkan SEVIMA, yaitu platform Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang lengkap dengan video conference, kuis interaktif, dan terintegrasi dengan SIAKAD.

Semangat Gotong Royong Jadi Pondasi Untuk Tawarkan Produk ke Konsumen

Community Manager SEVIMA Ilham Dary mengatakan, komunitasnya percaya bahwa terbukanya akses digitalisasi pendidikan adalah prioritasnya dalam merevolusi pendidikan di Indonesia. Terlebih, kata dia, jumlah kampus di Indonesia jumlahnya sekitar lima ribu lebih.

Dia mengatakan pilihan dibuka seluas-luasnya oleh SEVIMA dalam setiap produknya, baik secara gratis maupun berbayar. Ilham memberikan contoh, misalnya dalam sistem akademik, SEVIMA memiliki Gofeeder Community, dimana para tim IT kampus bisa mengunduh dan mendapatkan lisensi secara gratis lalu diinstall ke servernya masing-masing.

“Sistem pembelajaran daring, juga ada Edlink Community. Server beserta platformnya kita sediakan gratis dengan estimasi dapat digunakan kurang lebih 750 mahasiswa,” jelasnya.

Bagi mereka yang berminat berlangganan, Ilham menjelaskan, juga tersedia sistem akademik berbasis Cloud. Hal ini menurutnya bisa memudahkan kampus untuk tidak perlu repot-repot menyediakan server dan membangun sistem jaringan.

“Langganan ini landasan filosofi dan semangatnya adalah gotong royong, karena kalkulasi kami bersama civitas akademika, membuat server dan sistem sendiri harganya selalu jauh lebih mahal dibanding berlangganan,” jelas Ilham.

“Hal inilah yang membuat Komunitas SEVIMA begitu luas, sesuai dengan informasi yang kami tampilkan di Website dan dalam aktivitas Webinar. Ada kebersamaan berlandaskan kesamaan tujuan membangun pendidikan tinggi, yang diperkuat dengan semangat Gotong Royong,” pungkasnya.

 

 

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X