Bebas Bersyarat, Dokter Lois Owien Masih Dalam Pantauan Polisi

- Selasa, 13 Juli 2021 | 14:17 WIB
Bebas Bersyarat, Dokter Lois Owien Masih Dalam Pantauan Polisi / dok. Instagram
Bebas Bersyarat, Dokter Lois Owien Masih Dalam Pantauan Polisi / dok. Instagram

TEBET, AYOJAKARTA -- Polisi memberikan kebijakan bebas bersyarat terhadap Dokter Lois Owien. Dokter Lois pun telah mengakui kesalahannya atas sejumlah opini mengenai Covid-19, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi mengatakan bahwa Dokter Lois memberikan sejumlah klarifikasi atas pernyataannya selaku dokter terkait fenomena pandemi Covid-19. 

"Segala opini terduga yang terkait Covid, diakuinya merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset. Ada asumsi yang ia bangun, seperti kematian karena Covid disebabkan interaksi obat yang digunakan dalam penanganan pasien. Kemudian, opini terduga terkait tidak percaya Covid, sama sekali tidak memiliki landasan hukum. Pokok opini berikutnya, penggunaan alat tes PCR dan swab antigen sebagai alat pendeteksi Covid yang terduga katakan sebagai hal yang tidak relevan, juga merupakan asumsi yang tidak berlandaskan riset," jelas Slamet, Selasa 13 Juli 2021.

Menurut Slamet, Dokter Lois mengakui opini yang ia publikasikan di media sosial membutuhkan penjelasan medis. Namun, hal itu justru bias karena di media sosial hanyalah debat kusir yang tidak ada ujungnya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kami dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti mengingat seluruh barang bukti sudah kami miliki," tuturnya. 

Dalam klarifikasi Dokter Lois, ia mengakui bahwa perbuatannya tidak dapat dibenarkan secara kode etik profesi kedokteran.

"Yang bersangkutan menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan," kata Slamet. 

Slamet menuturkan, Polri mengedepankan keadilan restoratif agar permasalahan opini tidak menjadi perbuatan yang dapat terulang di masyarakat.

"Kami melihat bahwa pemenjaraan bukan upaya satu-satunya, melainkan upaya terakhir dalam penegakan hukum, atau diistilahkan ultimum remidium. Sehingga, Polri dalam hal ini mengendepankan upaya preventif agar perbuatan seperti ini tidak diikuti oleh pihak lain," tuturnya. 

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X