Melihat Lebih Dekat Situasi Pendidikan Indonesia: Kisah Inspiratif Mahasiswa Terjun ke Sekolah 3T

- Jumat, 9 Juli 2021 | 17:37 WIB
SDN Kepatihan 3 Kabupaten Malang yang rusak pasca-gempa di Kabupaten Malang
SDN Kepatihan 3 Kabupaten Malang yang rusak pasca-gempa di Kabupaten Malang

TEBET, AYOJAKARTA -- Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi Nadiem Makariem. Salah satu program dari kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah hak belajar tiga semester di luar program studi.

Terdapat 9 program lain yang ditawarkan dalam kebijakan ini. Sembilan program tersebut antara lain, Pertukaran Mahasiswa, Magang, Mengajar di Sekolah, Penelitian, Proyek Kemanusiaan, Kewirausahaan Mahasiswa, Studi/Proyek Mandiri, Membangun Desa, dan Bela Negara/Komp Cadangan.

Latar belakang adanya program ini yaitu untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan zaman, dan link and match dengan dunia industri, dunia kerja, dan dengan masa depan yang berubah sangat cepat.

Kali ini, Ayojakarta berhasil mewawancara tiga mahasiswa yang memilih program Mengajar di Sekolah dari kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Mereka menceritakan pengalaman berharga mereka untuk ikut merasakan proses belajar-mengajar di sekolah yang mempunyai keterbatasan dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.  

Kemenristek Dikti memprioritaskan program ini untuk jenjang SD yang berada di wilayah 3T dan masih mempunyai akreditasi C. Hal itu guna membantu proses belajar-mengajar, administrasi, dan adaptasi teknologi.

Dorongan Untuk Lebih Berkontribusi Terhadap Dunia Pendidikan

Rizki Nurfaizah merupakan salah satu mahasiswa yang berkesempatan mengikuti program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Lewat program Mengajar di Sekolah, mahasiswi jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya itu berkesempatan untuk mengajar di salah satu SD di Kecamatan Tirto Yudo Kabupaten Malang Jawa Timur.

Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program Mengajar di Sekolah, mereka dibebaskan untuk memilih tiga sekolah sesuai domisili tempat tinggal mahasiswa. Pilihan tiga sekolah tersebut yaitu sekolah yang berada di satu kecamatan domisili, di satu kabupaten domisili, dan di satu provinsi domisili.

Kiki, panggilan akrab Rizki, mengajar di SDN Kepatihan 3 Kabupaten Malang berawal dari pengalaman magang/KKN sebelumnya. Sebelum menjalani program ini, Kiki terlebih dahulu mengikuti persyaratan magang/KKN dari fakultasnya di salah satu sekolah yang bukan termasuk 3T atau terakreditasi C.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak, Diduga Tabrak Gunung

Rabu, 15 September 2021 | 11:18 WIB

Kartu Prakerja Gelombang 21 Bakal Dibuka, tapi Kapan?

Rabu, 15 September 2021 | 11:09 WIB
X