Kiat Sukses Secapaad TNI AD Keluar dari Klaster Covid-19 hingga Nol Kasus

- Jumat, 9 Juli 2021 | 17:35 WIB
Komandan Sekolah Calon Perwira TNI AD Mayor Jenderal TNI Ferry Zein
Komandan Sekolah Calon Perwira TNI AD Mayor Jenderal TNI Ferry Zein

TEBET, AYOJAKARTA – Pandemi Covid-19 tidak saja menghentikan aktivitas tatap muka untuk sekolah sipil, namun juga sekolah untuk para anggota Tentara Negara Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Tidak hanya masyarakat sipil yang harus menempuh pendidikan formal, personel TNI AD pun demikian.

Pendidikan bagi TNI AD merupakan pilar utama dalam pembentukan sumber daya manusia khususnya prajurit (Perwira, Bintara, dan Tamtama) untuk menjadi tentara yang profesional. Perwira TNI AD dilahirkan dari tiga sumber pendidikan yaitu pendidikan Akademi Militer (Akmil), pendidikan Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK), dan pendidikan pembentukan Perwira (Diktukpa) yang dilaksanakan di Secapaad.

Secapaad saat ini mendidik sebanyak 2.300 orang Perwira di tiap tahunnya, untuk mendukung pengisian jabatan Pama pada organisasi TNI AD. Secapaad merupakan lembaga pendidikan pusat (Lemdikpus) yang berkedudukan langsung di bawah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

Tugas pokok Secapaad adalah menyelenggarakan pendidikan pembentukan dasar keperwiraan bagi calon Perwira TNI AD dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.

Sempat Menjadi Klaster Covid-19 Terbesar di Bandung Jawa Barat

Komandan Sekolah Calon Perwira TNI AD Mayor Jenderal TNI Ferry Zein mengakui bahwa lingkungan pendidikan Secapaad bukan tempat yang sepenuhnya steril dari penularan Covid-19. Bahkan dia membeberkan pada Diktukpa TNI AD tahun 2020 sempat terkonfirmasi sebanyak 1.268 orang dinyatakan positif Covid-19 di lingkungan Secapaad.

Jumlah kasus tersebut terdiri dari 983 calon perwira dan 285 orang organik. Ferry menuturkan, meski sebagian besar kasus merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan 17 kasus mendapat perawatan di rumah sakit, namun Secapaad ditetapkan sebagai zona merah yang diawasi langsung oleh Kodam III/Siliwangi.

“Tentu saja, selain jumlah yang terkonfirmasi, tidak menutup kemungkinan bahwa ada juga Serdik, Gadik, dan Gapendik lain yang terpapar Covid-19,” ujar Ferry saat menjadi pembicara di Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 yang digelar oleh GWPP dan PT Paragon, Senin 5 Juli 2021.

Berbagai tantangan lain juga menghantui kegiatan pendidikan Secapaad selama pandemi. Ferry mengatakan fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan Secapaad sangat terbatas. Dia menuturkan, jumlah Serdik tidak sebanding dengan kondisi fasilitas yang ada, sehingga tidak mendukung terselenggaranya protokol kesehatan secara sempurna.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X