Polisi Ungkap Kasus Pinjaman Online Ilegal, 5 Pelaku Ditangkap

- Jumat, 18 Juni 2021 | 12:09 WIB
Ilustrasi / Pixabay
Ilustrasi / Pixabay

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA -- Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus tindak pidana pinjaman online atau pinjol ilegal 'Rp Cepat'. Dalam kasus ini, petugas kepolisian menetapkan 5 tersangka dan 2 orang lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Kombes Pol Whisnu Hermawan Febrianto mengatakan, terdapat 2 DPO yang diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA). 

Petugas kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melakukan penyelidikan terkait 2 WNA tersebut.

"Ada lima tersangka dan ada dua DPO yang diduga WNA. Kelima tersangka adalah EDP, BT, ACJ, SS, dan MRK. Sementara itu, dua orang WNA yang masuk dalam DPO adalah XW dan GK," ujarnya, Jumat 18 Juni 2021.

Whisnu menjelaskan, "Rp Cepat" merupakan perusahaan pinjaman online ilegal di bawah naungan PT. Southeast Century Asia (SCA) dan tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Aplikasi Rp Cepat ini tidak ada izinnya. Secara legalitas, perusahaan ini tidak ada izin," jelasnya.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan menuturkan, aplikasi pinjaman online 'Rp Cepat' telah beroperasi selama 4 tahun. Aplikasi ini telah melakukan berbagai kejahatan, seperti penipuan dan tindak pidana pencucian uang.

"Modus penipuan yang dilakukan pinjol ilegal Rp Cepat yaitu menawarkan pinjaman dengan bunga rendah. Namun, ternyata bunga yang dibebankan kepada nasabah sangat besar dan tidak wajar," ujar dia. 

Kemudian, uang pinjaman yang diterima nasabah juga berbeda jauh dengan jumlah yang diajukan.

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X