Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Akses Masuk Suramadu Disekat

- Rabu, 9 Juni 2021 | 12:05 WIB
Ilustrasi pandemi Covid-19 / Pixabay
Ilustrasi pandemi Covid-19 / Pixabay

BANGKALAN, AYOJAKARTA – Kabupaten Bangkalan Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Hal ini tidak hanya diakibatkan karena klaster kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), namun juga karena klaster keluarga akibat nekat melakukan mudik lebaran.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan bahwa data kasus Covid-19 terhitung  10 April hingga 7 Juni 2021 meningkat di 4 kecamatan. Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan mencatat kenaikan kasus konfirmasi positif dari 12 kasus menjadi total 322.

“Pasien Covid-19 tertinggi ada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger dan Kecamatan Kota,” kata Abdul Latif yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, dalam keterangan resminya, Rabu 9 Juni 2021.

Abdul Latif menambahkan, terkait dengan dampak lonjakan kasus Covid - 19 di Bangkalan, pihaknya telah menyiapkan 178 tenaga medis dan 121 tenaga vaksinator serta penambahan ruang dan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Sebanyak 150 tempat tidur di RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu yang saat ini terpakai 93 pasien, 74 tempat di Balai Diklat terpakai 35 dan di Balai Latihan Kerja (BLK) 30 tempat tidur terpakai 17 pasien OTG.

“Untuk penyekatan masih diberlakukan di wilayah Arosbaya, di penyeberangan Kamal dan akses masuk Suramadu sisi Madura,” tandasnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ganip Warsito terus memonitor perkembangan Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur. Dia menginstruksikan, 3T (testing , tracing dan treatment) harus terus ditingkatkan. Tak kalah pentingnya, juga mengajak masyarakat disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Prokes memakai masker ini kuncinya, selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan ini wajib diterapkan," katanya.

Ganip juga meminta pihak rumah sakit untuk memastikan ketersediaan tempat tidur, tempat isolasi mandiri, zonasi protokol kesehatan, dan kemampuan sumber daya manusia tenaga kesehatan dalam antisipasi penanganan lonjakan kasus Covid-19.

Selain itu, Ganip memberikan arahan terkait penguatan fungsi posko di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk dapat menjadi kontrol kasus harian Covid-19.

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X