OTT Bupati Nganjuk, Bukti Sinergitas KPK-Polri

- Selasa, 11 Mei 2021 | 20:48 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono/humas mabes polri
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono/humas mabes polri

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Mabes Polri melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, mengatakan penangkapan Bupati Nganjuk merupakan sinergitas pertama kalinya antara KPK dan Polri, dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah.

"Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah," ujar Argo, Selasa 11 Mei 2021.

Argo menjelaskan, pihaknya bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data hingga sampai OTT bersama-sama. "Sinergitas antar lembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi."

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin 10 Mei 2021. Petugas mengamankan Novi Rahman Hidayat beserta sejumlah uang.

Tak hanya itu, enam orang lainnya turut ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW) dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X