Jateng Siapkan Skenario Pembelajaran Tatap Muka

- Senin, 15 Maret 2021 | 14:06 WIB
[ilustrasi] Petugas memasang tanda jatak fisik di  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandung, Jalan Kliningan, Kota Bandung, Senin (15/3/2021). Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menargetkan Pembelajaran Tatap Muka di setiap sekolah di Kota Bandung dapat digelar pada Juni 2021 dengan beberapa sekenario seperti pembagian jam pelajaran dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[ilustrasi] Petugas memasang tanda jatak fisik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandung, Jalan Kliningan, Kota Bandung, Senin (15/3/2021). Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menargetkan Pembelajaran Tatap Muka di setiap sekolah di Kota Bandung dapat digelar pada Juni 2021 dengan beberapa sekenario seperti pembagian jam pelajaran dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Gedung A Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/3/2021).

“Hasil rapat hari ini, yang terakhir kita coba siapkan ketentuan-ketentuan untuk kita tatap muka, sekolah tatap muka, kita lagi siapkan,” katanya.

Rencana tersebut, papar dia, sudah dibicarakan bersama bupati dan wali kota yang ada di Jawa Tengah, untuk masing-masing menyiapkan sekolah yang akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

“Tadi kita sudah bicara bersama bupati dan wali kota agar mereka menyiapkan sekolah mana saja yang akan diuji coba. Belum semuanya,” imbuhnya.

AYO BACA : Rencana Pembukaan Tempat Karaoke, Wakil Ketua DPRD DKI: Harusnya Prioritaskan Buka Sekolah di Jakarta

Gubernur menegaskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka harus disiapkan secara matang agar nantinya tidak ada kendala. Mulai dari pembatasan kelasnya, sistem transportasi hingga fasilitas yang harus disediakan untuk protokol kesehatan.

“Sekarang kita persiapkan dulu sehingga ketika nanti katakan bulan Juli kita mau buka setidaknya kita sudah belajar betul beberapa bulan ini bahwa sekolah sungguh-sungguh siap,” terangnya.

Disinggung sola vaksin terhadap guru, Ganjar menjelaskan bahwa guru merupakan pelayan publik yang juga mendapatkan vaksin. Namun, nantinya akan diprioritaskan terhadap guru yang mengajar di sekolah yang memang sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Minimal gurunya divaksin dulu, maka itu menjadi prioritas agar kita bisa memberikan sekolah-sekolah yang akan melakukan uji coba tatap muka,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X