Longsor Nganjuk: 6 Orang Masih dalam Pencarian

- Kamis, 18 Februari 2021 | 10:51 WIB
Upaya evakuasi korban longsor di Nganjuk, Jawa Timur. (dok BPBD)
Upaya evakuasi korban longsor di Nganjuk, Jawa Timur. (dok BPBD)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan Rabu (17/2/2021) pagi, kembali menemukan satu korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu (14/2/2021), pada pukul 18.30 WIB.

Merujuk data dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (17/2/2021), total korban yang berhasil ditemukan tim gabungan berjumlah 13 orang meninggal dunia. Adapun 6 orang lainnya masih dalam pencarian.

AYO BACA : Update Longsor Nganjuk: Warga Terdampak Masih Menghuni Pengungsian di Halaman Sekolah

Sementara itu, bencana longsor tersebut juga mengakibatkan 20 orang luka-luka. Hingga saat ini tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun longsor.  

"Tim gabungan telah mengerahkan 5 buah alat eskavator untuk membantu mempercepat pencarian korban di lokasi longsoran," tulis keterangan di BNPB, Kamis (18/2/2021).

AYO BACA : Longsor Nganjuk: Tim SAR Gabungan Lanjutkan Proses Pencarian Korban

Di samping itu, Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Tanah Longsor menginformasikan proses evakuasi terkendala cuaca hujan di sekitar lokasi bencana. Hujan yang turun sangat berpengaruh pada kondisi tanah sehingga tim gabungan dengan cermat memantau gerakan tanah. 

Proses evakuasi sempat dihentikan sementara karena kondisi hujan. Di sisi lain, jalur evakuasi melalui mobil ambulans juga terkendala dengan akses jalan sempit dan pergerakan orang.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor Nganjuk berlaku selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan 28 Februari 2021. 

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X