Rasisme Sering Muncul, Anggota Komisi X: Boleh Beda Pendapat, tapi Jangan Rasis!

- Selasa, 26 Januari 2021 | 11:16 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi (Ayojakarta/Budi Cahyono)
Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi (Ayojakarta/Budi Cahyono)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM –Tindakan rasisme yang akhir-akhir ini sering muncul di Indonesia mendapatkan reaksi dari anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya. Seharusnya, rasisme sudah tidak ada lagi di Tanah Air, karena Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Politikus dari Fraksi Partai Demokrat ini mencontohkan persoalan  mantan komisioner Komnas HAM asal Papua, Natalius Pigai mengunggah di akun Twitter pribadinya bahwa ia menerima tindakan rasis dari Ambroncius Nababan. Di dalam foto yang diunggah Ambroncius Nababan, Natalius Pigai disandingkan dengan gorilla.

"Edodoeee pace. Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies," tulis akun Ambroncius Nababan dalam foto yang diunggah akun Twitter @NataliusPigai2, Minggu (24/1/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu, tindakan rasis di dalam kehidupan bermasyarakat harus jauh ditinggalkan. Pasalnya rasisme merupakan sarang dari perpecahan. Ia lantas mencontohkan dengan kasus yang ada di sepak bola.

“Kasus rasisme itu sudah seharusnya ditinggalkan. Pemicu perpecahan. Dimana pun, tidak hanya di Indonesia,” tutur Yoyok Sukawi, melalui keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Selasa (26/1/2021).

“Contoh sepak bola yang paling mudah. Di sepak bola itu tindakan rasis sudah lama dikampanyekan untuk hilang. Bahkan kalau ada tindakan rasis di dalam lapangan, pertandingan langsung dihentikan dan yang mengucapkan rasis langsung mendapatkan sanksi berat,” jelasnya Yoyok yang juga anggota Exco PSSI tersebut.

Politikus Partai Demokrat ini lantas berharap kepada masyarakat Indonesia untuk tidak berpolemik yang ujung-ujungnya berakhir dengan tindakan rasis.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, persatuan dan kesatuan bangsa yang menurut anggota Komisi X DPR RI ini harus dijunjung tinggi.

“Di situasi pandemi saat ini sudah tidak seharusnya diskusi atau berpolemik yang ujung-ujungnya rasis. Boleh ada perbedaan atau pendapat, namun ya diselesaikan dengan tindakan yang adem juga,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X