Waduh! 35% Perkantoran di Kota Cirebon Jadi Klaster Covid-19

- Kamis, 17 Desember 2020 | 16:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Setidaknya 35% instansi pemerintahan di Kota Cirebon menjadi klaster Covid-19. Tidak hanya instansi pemerintahan, puskesman pun juga menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Kota Udang.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Edy Sugiarto menyebutkan, selama pandemi, sejumlah perkantoran di lingkungan Pemkot Cirebon telah menjadi klaster penyebaran Covid-19. Tak hanya kantor pemerintah, dari 22 puskesmas se-Kota Cirebon, 9 puskesmas juga telah menjadi klaster.

"Klaster perkantoran di Kota Cirebon sekitar 35%. Kalau puskemas ada 9 unit yang jadi klaster," ujarnya, Kamis (17/12/2020).

AYO BACA : Tambah Gedung Isolasi Covid-19, Jumlah Nakes di Jabar Tidak Memadai

Namun, dia memastikan, seluruh puskesmas kini telah 'bersih'. Dengan kata lain, para pegawai di 9 puskesmas yang terpapar Covid-19 telah pulih seluruhnya.

Berbeda dengan klaster perkantoran yang masih menyisakan beberapa penderita. Salah satu yang terbaru menimpa sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon.

Selain Kepala Disnaker, Abdullah Syukur, virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit menular Covid-19 pula memapar sekretaris dinas maupun salah satu kepala bidang pada dinas tersebut.

AYO BACA : Situ Kanal Pademangan Layani Pemeriksaan Kesehatan 118 Warga

Sejauh ini, Syukur masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan pejabat lainnya menjalani karantina di hotel yang disewa Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X