Muncul Klaster Pesantren, Wali Kota Cimahi Minta Setop Kunjungan Orang Tua

- Senin, 23 November 2020 | 11:50 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

CIMAHI, AYOJAKARTA.COM – Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna meminta pengurus pondok pesantren tidak menerima kunjungan atau melibatkan orang dari luar daerah saat pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan ponpes. 

Menurut Ajay hal tersebut wajib dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya klaster ponpes lainnya setelah 17 santri ponpes di Baitul Izza, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, terkonfirmasi positif Covid-19.

AYO BACA : Ratusan Santri di Sukabumi Positif Covid-19, Jalani Isolasi di Ruang Sekolah

"Tidak boleh dulu terima tamu dari luar daerah baik itu yang nengok atau keperluan lain karena yang biasanya dari luar (daerah) yang membawa virus," ungkap Ajay, Senin (23/11/2020).

"Ternyata kejadian ada tamu luar daerah yang juga notabene zona merah dan akhirnya terjadi penyebaran virus. Kalau mau tatap muka, sesudah santri masuk kegiatan hanya fokus di dalam pesantren dan tidak ada kegiatan di luar," kata Ajay menambahkan. 

AYO BACA : Kasus Covid-19 Garut Melonjak, Klaster Pesantren Jadi Penyumbang Terbesar

Ajay mengakui jika banyak pengurus pesantren meminta kegiatan tatap muka bersama santri tetap diperbolehkan di tengah pandemi Covid-19. 

"Kan mereka (pengurus) minta pesantren bisa tatap muka, saya beri syarat agar bisa dibuka dan tatap muka hanya dari internal saja, tidak boleh ada yang menerima tamu luar daerah," bebernya.

Pihaknya juga mengumpulkan pengurus MUI dan perwakilan ulama di Kota Cimahi untuk sama-sama mengawasi penerapan protokol kesehatan di pondok pesantren. 

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB

Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak, Diduga Tabrak Gunung

Rabu, 15 September 2021 | 11:18 WIB

Kartu Prakerja Gelombang 21 Bakal Dibuka, tapi Kapan?

Rabu, 15 September 2021 | 11:09 WIB
X