Indonesia Setop Impor Vaksin Jika Merah Putih Sudah dalam Tahap Diberikan Masyarakat

- Sabtu, 14 November 2020 | 09:41 WIB
ilustrasi vaksinasi/ shutterstock
ilustrasi vaksinasi/ shutterstock

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Perkembangan pembuatan Vaksin Merah Putih di Indonesia menjajaki tahapan 55%. Dalam percepatan penanganan vaksin, Indonesia praktis memilih impor.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia akan menghentikan pembelian vaksin dari luar negeri jika Vaksin Merah Putih sudah siap diberikan ke masyarakat. Menurutnya, hal itu seperti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi begitu Vaksin Merah Putih siap divaksinasi (ke masyarakat), sudah dapat izin BPOM, sudah diproduksi massal, saat itulah kita tidak perlu lagi membeli atau memesan dari luar (negeri)," kata Bambang, Jumat (13/11/2020).

AYO BACA : Belajar dari Pandemi, Saatnya Manusia Kembali Menghargai Kehidupan dan Kesehatan

Saat ini pemerintah bersama lembaga penelitian dan perguruan tinggi mengembangkan vaksin melalui berbagai platform, antara lain adenovirus, protein rekombinan, dan DNA. Keenam instansi yang terlibat yakni Lembaga Eijkman, UI, UGM, Unair, ITB, dan LIPI.

Dari berbagai pengembangan itu, kata Bambang, ini yang menunjukkan progres paling cepat yaitu pengembangan vaksin di Lembaga Eijkman. Kondisi terakhir vaksin tersebut berada pada tahapan ekspresi sel mamalia untuk persiapan uji hewan. Nantinya, setelah bibit vaksin siap akan dilakukan tiga tahapan uji klinis.

Terkait kapasitas produksi vaksin, Bambang mengatakan, PT Bio Farma siap memproduksi hingga 250 juta dosis per tahun. Selain itu, perusahaan swasta lain yang berkoordinasi dengan Kemenristek/BRIN menyatakan siap memproduksi 700 juta hingga 1 miliar dosis per tahun.

"Dari segi kuantitas kita enggak ada masalah. Kita sekarang berupaya harus mencari vaksin Covid-19 yang aman dan manjur. Itu yang paling penting sebenarnya," kata Bambang menambahkan.

AYO BACA : Uji Coba Vaksin Besutan Oxford dan AstraZeneca Masuki Tahap 90 Persen

Halaman:

Editor: Fitria Rahmawati

Tags

Terkini

Polisikan Fatia dan Haris Azhar , Ini Kata Luhut

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X