Jokowi Sebut Demonstrasi UU Ciptaker karena Disinformasi di Media Sosial

- Jumat, 9 Oktober 2020 | 20:22 WIB
Tangkapan layar Presiden Jokowi Konpers UU Cipta Kerja di Istana Negara via YouTube. [Sekretariat Presiden/YouTube]
Tangkapan layar Presiden Jokowi Konpers UU Cipta Kerja di Istana Negara via YouTube. [Sekretariat Presiden/YouTube]

JAKARTA, AYOJAKARTA.COMDemonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta dna beberapa kot alainnya berakhir ricuh. Kerusuhan massa besar di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya tak terelakkan lagi. Kerusuhan ini menimbulkan kerugian sangat besar.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memberikan keterangan pers menyusul aksi demonstrasi yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

AYO BACA : AJI dan LBH Pers Kecam Kekerasan pada Jurnalis saat Liput Demo Omnibus Law Ciptaker

Jokowi mengklaim, adanya penolakan UU Cipta Kerja karena dilatarbelakangi kurangnya informasi mengenai substansi yang ada di UU Ciptaker yang beredar di media sosial.

\"Namun saya melihat adanya unjuk rasa penolakan UU Cipta kerja yang pada dasarnya dilatarbelakangi oleh disinformasi mengenai substansi dari undang-undang ini,\" ujar Jokowi dalam keterangan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (9/10/2020).

AYO BACA : 15 Titik Lampu Merah di Jakarta Rusak Berat Akibat Kericuhan Demo UU Cipta Kerja

Kata Jokowi, disinformasi yang beredar di media sosial yakni soal penghapusan Upah Minimum Provinsi, Upah Minumum Kabupaten, Upah Minimum Sektoral Provinsi.

Jokowi menuturkan, faktanya upah minimum regional masih ada tetap ada dan tidak dihapus.

\"Ada informasi yang menyebut tentang penghapusan UMP, upah minimum provinsi UMP.  upah minimum kota Kabupaten, UMPS upah minimum sektoral provinsi hal ini tidak benar, karena faktanya upah minimum regional UMR tetap ada,\" ucap dia.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X