Tolak Kompensasi, Proyek PLTU Unit 2 Cirebon Power Hadapi Stagnansi

- Selasa, 6 Oktober 2020 | 18:27 WIB
Foto udara pembangunan PLTU Unit 2 Cirebon Power. (dok)
Foto udara pembangunan PLTU Unit 2 Cirebon Power. (dok)

CIREBON, AYOJAKARTA.COM  --  Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 2 Cirebon Power di Cirebon stagnan menyusul penolakan sebagian warga.

Pembangkit berkapasitas 1.000 MW ini diproyeksikan memenuhi kebutuhan listrik Jawa-Madura yang ditarget mulai 2022.

Sikap penolakan muncul dari sedikitnya 24 pemilik aset di Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Mereka menolak nilai kompensasi yang ditawarkan pihak Cirebon Power.

Aset kepunyaan 24 pemilik di Desa Kanci itu direncanakan termasuk area untuk pembangunan menara/tower nomor 6, salah satu dari total 45 menara yang diperlukan dalam proyek strategis nasional tersebut. Jenis asetnya sendiri beragam, mulai areal pertanian hingga berupa pemukiman.

Head of Communication Cirebon Power, Yuda Panjaitan mengungkapkan, ketidaksepakatan timbul sebab nilai yang diminta warga tak sesuai dengan nilai harga ekonomis, sebagaimana peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang berlaku.

"Berdasarkan peraturan, nilai kompensasi ditentukan dengan cara menghitung nilai harga ekonomis aset, baik berupa bangunan, rumah, tanah, tanaman pertanian, kebun, pohon, dan lainnya. Nilai itu dikalikan angka pengali tertentu, kemudian dikalikan sekian persen," katanya kepada Ayocirebon.com.

Dia menjelaskan, pemberian kompensasi tak berarti aset tersebut lepas dari pemiliknya. Kompensasi diberikan hanya karena aset warga terlewati jaringan, sementara aset tetap menjadi kepunyaan sang pemilik.

Namun, sebagian warga di Desa Kanci yang asetnya terlewati jaringan menolak pemberian kompensasi. Mereka menghendaki pembelian utuh atas aset-asetnya.

Sosialisasi Sejak 2017

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X