PKS Minta Pertamina Klarifikasi Isu Penghapusan Pertalite dan Premium

- Senin, 22 Juni 2020 | 13:28 WIB
Ilustrasi premium
Ilustrasi premium

SERPONG, AYOJAKARTA.COM -- PT. Pertamina (Persero) dikritik lamban menanggapi isu penghapusan BBM jenis Pertalite dan Premium. 

"Dalam kondisi darurat  pandemi seperti ini Pertamina harusnya bisa lebih sigap menanggapi kabar yang dapat menimbulkan gejolak di masyarakat," kata anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, Mulyanto dalam keterangannya, Senin (22/6/2020). 

Menurut Mulyanto, jika memang tidak ada rencana menghapus BBM jenis Pertalite dan Premium sharusnya Pertamina segera mengklarifikasi isu itu ketika baru muncul. Secara resmi Pertamina membuat surat edaran yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat.

"Jangan sampai isu tidak benar itu merebak di masyarakat Pertamina baru menyampaikan pernyataan sikap," tegasnya. 

Sebab, hal tersebut bisa membuat masyarakat berpikir Pertamina memang ada rencana menghapus Pertalite dan Premium. 

"BBM itu isu yang sensitif. Jangankan dihilangkan, dinaikan saja harganya bisa membuat rakyat demo berhari-hari. Jadi sebaiknya Pertamina jangan sembarangan mengeluarkan pernyataan," ujar Mulyanto. 

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini meminta Pertamina lebih aktif menyosialisasikan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sebelum memutuskan menghilangkan Pertalite dan Premium. 

"Jika memang dalam waktu tertentu Pertamina ingin ada peralihan pola konsumsi BBM masyarakat dari yang biasa menggunakan BBM berbahaya ke BBM ramah lingkungan sebaiknya dibuat rencana kerja khusus untuk merealisasikan rencana tersebut," katanya. 

Ia menyarankan rencana kerja tersebut sebaiknya disampaikan ke DPR untuk mendapatkan tanggapan. Dengan demikian, kata dia, rakyat jadi tahu setiap kebijakan yang akan diterapkan. 

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Polisikan Fatia dan Haris Azhar , Ini Kata Luhut

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X