Ribuan Keluarga Penerima Manfaat di Tasikmalaya Menanti Bantuan Sembako

- Jumat, 19 Juni 2020 | 15:00 WIB
[ilustrasi]  Ribuan Keluarga Penerima Manfaat di Tasikmalaya menanti bantuan sembako  (Foto: Republika/Bowo Pribadi)
[ilustrasi] Ribuan Keluarga Penerima Manfaat di Tasikmalaya menanti bantuan sembako (Foto: Republika/Bowo Pribadi)

AYO BACA : Chikungunya Menyebar di Kabupaten Tasikmalaya, Masyarakat Diminta Waspada

AYO BACA : Tasikmalaya Perpanjang Kegiatan Belajar di Rumah hingga 12 Juni

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Hingga pertengahan Juni ini, paket sembako yang sebelumnya disebut dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat, belum diterima oleh ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di beberapa desa di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. Padahal bantuan itu sangat ditunggu oleh KPM terlebih di situasi pandemi Covid-19.

Sementara di desa kecamatan lain, program sembako ini sedang dalam proses pendistribusian bahkan beberapa tempat sudah selesai tersalurkan semenjak awal bulan Juni.

Camat Puspahiang Dzalkaf mengatakan, dari delapan desa yang ada, hanya dua desa yakni Sukasari dan Mandalasari dengan jumlah KPM di atas seribu yang hingga pertengahan Juni ini belum menerima bantuan. Hal itu karena adanya permasalahan atau miss komunikasi antara e-warong dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pihak supplier.

"Kami muspika sudah terjun ke lapangan untuk mengurai permasalahan yang mengakibatkan penyaluran program sembako ini terhambat. Bahkan kami sudah melakukan pertemuan dan duduk bersama dengan semua pihak terkait. Alhasil program sembako ini segera disalurkan,” kata Dzalkaf melalui sambungan telepon, Jumat (19/6/2020).

Dihubungi terpisah, Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Puspahiang, Entin Kartini menuturkan, keterlambatan penyaluran program sembako itu karena ada aturan baru yang dikeluarkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terkait asesmen untuk jumlah dan harga per item yang ada dalam paket sembako. Sehingga e-warong maupun pihak suplier kebingungan untuk  mengeluarkan sembako karena harus mengikuti aturan tersebut asesmen.

Padahal Asesmen itu, kata Entin, tidak tercantum dalam Pedoman Umum (Pedum) dan Petunjuk Teknis (juknis) tentang bantuan sembako. Sehingga karena aturan itulah, jadwal penyaluran menjadi terhambat dan KPM menjadi korban.

"Saya sendiri sebagai tim kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) selama ini bertugas untuk mengawal program sembako ke KPM, tidak tahu kenapa tiba-tiba ada asesmen, sedangkan dalam pedum dan juknisnya saja tidak ada. Maka dalam hal e-warong dan pihak suplier bersepakat untuk kembali ke juklak dan juknis yang ada. Besok program sembako kita pastikan sudah mulai tersalurkan," tutur Entin. (Irpan Wahab)

AYO BACA : 2 Rumah dan Sawah di Tasik Rusak Berat Diterjang Longsor

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Pesawat Kecelakaan di Papua, Pilot Dilaporkan Tewas

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:14 WIB

Hore! Anak di Bawah 12 Tahun Kini Boleh Naik KRL

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:15 WIB

Ini Besaran Gaji PNS untuk Lulusan SMA atau SMK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Ini Pelonggaran Aktivitas PPKM Level 2 dan 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:19 WIB
X