Dibuka Bertahap, Pesantren Harus Kurangi Kapasitas

- Senin, 15 Juni 2020 | 17:24 WIB
[ilustrasi] Dibuka bertahap, pesantren harus kurangi kapasitas (dok Ayobandung)
[ilustrasi] Dibuka bertahap, pesantren harus kurangi kapasitas (dok Ayobandung)

SOREANG, AYOJAKARTA.COM -- Bupati Bandung Dadang M Naser meminta pesantren mengurangi kapasitas pondok untuk mencegah penyebaran covid-19.

Menurutnya setelah penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB), pondok pesantren dan sekolah akan mulai dibuka secara bertahap.

"Pesantren dan sekolah harus siap-siap, akan dibuka secara bertahap. Ada modelnya," tutur Dadang, Senin (15/6/2020).

Salah satu model yang diterapkan saat mulai dibuka adalah melakukan pengurangan santri, terutama yang tinggal di asrama.

"Harus dikurangi, misalnya biasa dalam satu kamar diisi 10 santri, dikurangi menjadi 6 atau 6 santri," ujarnya.

Hal tersebut harus dipatuhi oleh pengasuh pondok pesantren, supaya penyebaran covid-19 bisa diminimalisasi.

"Jangan sampai ada pandemik baru di pondok pesantren. Jangan menyepelekan covid-19, harus tetap waspada. Kalau sudah kena, repot semua," katanya.

AYO BACA : 10 Pesantren Terbaik di Indonesia, Tertua Berdiri Sejak Tahun 1718

Pesantren yang melanggar aturan, hanya akan dikenakan sanksi dari pihak terkait.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Polisikan Fatia dan Haris Azhar , Ini Kata Luhut

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X