Chikungunya Menyebar di Kabupaten Tasikmalaya, Masyarakat Diminta Waspada

- Rabu, 10 Juni 2020 | 14:55 WIB
Chikungunya menyebar di Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat diimbau waspada dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. (Ayotasik/Irpan Wahab)
Chikungunya menyebar di Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat diimbau waspada dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. (Ayotasik/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOJAKARTA.COM -- Selain penyebaran Covid-19 yang harus diwaspadai oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat juga harus waspada terhadap adanya penyakit chikungunya.

AYO BACA : Pemkab Tasikmalaya Memangkas Anggaran Kunker untuk Covid-19

Pasalnya, saat ini penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu sedang dalam penyebaran di beberapa daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, saat ini memang kasus chikungunya sedang tinggi, penyebarannya pun hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

"Termasuk sebelumnya ditemukan di Kecamatan Cikatomas. Terakhir kasus itu ada di Kecamatan Sukarame," kata Atang, Rabu (10/6/2020).

Penanganan chikungunya, kata Atang, dilakukan ketika muncul kasus dengan koordinasi dan survelent epidemiologi barkaitan dengan chikungunya.

"Itu sudah kami koordinasikan dengan petugas puskesmas agar datanya betul-betul akurat," kata Atang.

Penyebab chikungunya itu, lanjut Atang penyebaranya melalui nyamuk, sama halnya dengan DBD. Namun tidak sampai meninggal dunia orang yang dijangkitnya.

Atang menjelaskan, nyamuk chikungunya ini banyak ditemukan di daerah kumuh, banyak genagan air berlokasi di pinggiran.

"Efeknya hanya sakit pada sendi, terkadang tidak bisa digerakan. Dan efeknya sakitnya bisa 3-7 hari. Menular melalui nyamuk tapi tidak mematikan. Termasuk banyak baju yang menggantung sehingga nyamuk nyaman diman didalam baju yang menggantung," jelas Atang.

Dihubungi terpisah, Kepala Puskemas Asep mengatakan, sudah dilakukan fogging di tiga RW yang memang ditemukan gejala chikungunya.

Selain melakukan fogging, lanjut Asep, pihaknya juga melaksanakan pencegahan dengan edukasi dan melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Yang lebih epektif memang melaksanakan pencegahan seperti DBD, karena sama proses penyebaranna dengan DBD," kata Asep. (Irpan Wahab)

AYO BACA : Di tengah Pandemi Covid-19, Warga Sukarame Dihantui Chikungunya

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X