Pembongkaran Pabrik Narkoba di Semarang Libatkan Kiper PSHW hingga Eks Persela Lamongan

- Senin, 18 Mei 2020 | 15:08 WIB
Kepolisian menangkap pesepak bola sampai mantan wasit di Jawa Timur karena terlibat kasus narkoba. (Suara.com/Dimas)
Kepolisian menangkap pesepak bola sampai mantan wasit di Jawa Timur karena terlibat kasus narkoba. (Suara.com/Dimas)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM - Pemain Liga 2 asal klub Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW), M Choirun Nasirini tersandung kasus narkoba. Tak hanya itu, kasus tersebut bahkan menyeret eks pemain Persela, Eko Susan Indarto, dan eks Ketua Askot Jakut Dedi A Manik, beserta sopir yang bernama Novin Ardian asal Kabupaten Kendal.

Sindikat peredaran narkoba tersebut dibongkar Badan Nasional Penanggulangan Narkoba Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Jawa Tengah atas laporan masyarakat. Hasil penyelidikan sementara, terdapat rumah produksi barang haram sabu yang beralamat di Mijen Semarang. Petugas menyita 5.000 gram narkotika jenis methapethamin dari praktik clandestine laboratory tersebut.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Kombespol Arief Darmawan menjelaskan, Keempat tersangka diamankan berurutan, dan ditangkap di tempat yang sama, di salah satu hotel dekat Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Sementara, Kepala BNNP Jatim Brigjend Bambang Priambodo menjelaskan bahwa tersangka M Choirul Nasirin, terindikasi melakukan penjualan di Daerah Sidoarjo.

"Berdasarkan informasi masyarakat yang ditindak lanjuti dengan penyelidikan Tim Intelijen, bahwa akhir-akhir ini sering terjadi transaksi narkotika disekitar Buduran-Sidoarjo. Tim intelijen melakukan pendalaman perihal informasi tersebut dan benar, diperoleh fakta-fakta yang mengindikasikan adanya transaksi narkotika jenis methapethamin yang dilakukan oleh Nasirin dengan area distribusi meliputi daerah sidoarjo dan sekitarnya," ungkapnya.

AYO BACA : Paranormal Roy Kyoshi Tersandung Narkoba

Pada hari Minggu (17/5/2020), sekira pukul 12.20 WIB, Nasirin terlihat menuju hotel di Sedati Juanda, menemui seseorang yang datang menggunakan Inova warna gold nopol H 9314 AW. Tak lama berselang datang seseorang bergabung dalam kamar. Modus tersebut diyakini tim r BNNP Jatim sedang terjadi sebuah transaksi berdasarkan riwayat transaksi sebelumnya.

Selanjutnya tim BNNP Jatim mengamankan tersangka serta barang bukti, dan melakukan ipendalaman serta penggeledahan di kamar hotel dan kendaraan yang digunakan para tersangka.

"Dari hasil penggeledahan diperoleh barang bukti jenis methapetamine dibuktikan dengan alat trunac sebanyak lebih kurang 5000gr, dari hasil interogasi dan jejak digital para tersangka di peroleh fakta adanya clandestine laboratory di wilayah Mijen-Semarang," kata dia.

Halaman:

Editor: Fitria Rahmawati

Tags

Terkini

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X