Masuk Tahap Validasi, Unpad-ITB Kembangkan Rapid Test Antigen Covid-19

- Jumat, 15 Mei 2020 | 09:47 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah mengembangkan alat tes pendeteksi Covid-19.

Bila lulus validasi pada real sample sesuai dengan etika medis, rencananya alat-alat ini siap diproduksi dan disebar kepada masyarakat. Saat ini pengembangan alat pendeteksi yang dinamai Rapid Test 2.0 itu masih berada dalam tahap validasi.

Koordinator penelitian vaksin dan diagnostik Covid-19 di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad, Muhammad Yusuf menyampaikan, nantinya Rapid Test 2.0 Covid-19 ini tidak akan menggunakan antibodi utuh sebagai bahan utama. Yusuf menyampaikan, pihaknya akan membuat antigen yang terbentuk dari interaksi fragmen antibodi dan protein pada permukaan virus corona. 

Unpad pun bermitra dengan PT Tekad Mandiri Citra yang berkomitmen memproduksi fragmen antibodi sebagai salah satu komponen utamanya. Selain itu, bermitra dengam PT Pakar Biomedika Indonesia, perusahaam swasta yanh telah memiliki kapasitas, pengalaman, serta izin produksi rapid test di dalam negeri. 

"Dalam inovasi Rapid Test yang dikembangkan Unpad, yakni membuat rapid test yang dideteksinya itu bukan antibodi terhadap covid tapi yang dideteksinya itu antigen atau virusnya. Karena kita melihat dari beberapa rapid tes yang sudah ada performanya kurang begitu baik. sebetulnya tidak dikatakan tidak akurat cuman karena kebetulan saja antibodi dalam tubuhnya tidak dominan jadi tidak bisa terdeteksi, jadinya sulit pemakaiannya," kata Yusuf kepada Ayobandung.com, jaringan AyoMedia, Kamis (14/5/2020) malam.

Yusuf menyampaikan, para kerja Rapid test Covid ini, sedianya, mendeteksi keberadaan antibodi khas covid dalam darah. Antibodi itu pun akan muncul sebagai respons tubuh ketika tubuh diserang patogen atau penyakit. Namun yang kerap menjadi masalah, proses pembentukan antibodi covid pada tubuh terperiksa membutuhkan waktu cukup panjang sekitar 14 hingga 25 hari.

Karenanya, Yusuf menyampaikan, Unpad dibantu ITB dalam melakukan pengujian interaksi fragmen antobodi dengan protein virus. Kata Yusuf, uji interaksi ini pun berhasil dan data menunjukkan bahwa fragmen antibodi yang dikembangkan bisa mendeteksi antigen.

AYO BACA : Alat Tes Buatan ITB-Unpad Bisa Deteksi Dini Virus Corona

Usai uji interaksi ini, Unpad bekerja sama dengan PT Pakar biomedika indonesia, perusahaan swasta yang bergerak di bidang produksi dan distribusi rapid tes untuk melakukan assembly atau perakitan Rapid Test Kit

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X