TKI dari Malaysia Turun di Pelabuhan Tanjung Emas

- Jumat, 15 Mei 2020 | 09:23 WIB
Suasana di Pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (14/5/2020). (Ayosemarang.com/Afri Rismoko)
Suasana di Pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (14/5/2020). (Ayosemarang.com/Afri Rismoko)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 55 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sudah turun di Pelabuhan Tanjung Emas dari Pontianak. Hal itu diungkapkan Kepala Kepala (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Junaidi di Pelabuhan Tanjung Emas, Kamis (14/5/2020).

“Mereka menggunakan kapal Dharma Rucitra IX. TKI mayoritas yang berasal dari Malaysia yang telah memiliki syarat dan melalui protokol kesehatan,” katanya.

Dia mengungkapkan akan ada 168 TKI lainnya yang akan segera tiba di Tanjung Emas. Rencananya para ratusan TKI itu akan tiba, Jumat (15/5/2020) . Ia menegaskan, semua TKI tersebut telah menaati protokol kesehatan penanggulangan Covid-19. Salah satunya dengan surat kesehatan atau memiliki hasil nonreaktif setelah melakukan pemeriksaan rapid test.

AYO BACA : Pulang dari Malaysia, TKI Asal Jateng Akan Jalani Masa Karantina di Semarang

 “Semuanya boleh tetap protokol kesehatan salah satunya dapat surat perintah kalau ASN, bebas dari Covid-19 atau sudah lakukan rapid tes dengan hasil nonreaktif. Atau surat kesehatan yang diterbitkan instansi berwenang. Semua syarat itu harus dipenuhi baru boleh melakukan perjalanan,” ujarnya.

Terkait dengan relaksasi transportasi umum hanya diberikan terbatas. Hanya kalangan tertentu seperti TKI, pekerja migran Indonesia, petugas kesehatan maupun TNI, Polri dan ASN,” sambungnya.

“KM Dharma Rucitra 9 dari Pontianak ke Semarang. Rencana sandar jam 05.00 WIB, Jumat (15/5/2020 membawa 181 pekerja migran Indonesia yang berasal dari Lampung, NTB, Jatim, Jateng dan Jabar,” pungkas General Manager PT DLU, Herman Fajar. (Afri Rismoko)

AYO BACA : Viral Pemudik di Tambakrejo yang Diisolasi Beli Kasur dan Makan Sendiri

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X