Ratusan Warga Batang Tertahan di Jakarta, Bupati Kirim Paket Sembako

- Selasa, 12 Mei 2020 | 13:07 WIB
Pengurus Komunitas Batang Rantau mendistribusikan paket sembako dari Pemkab Batang kepada warga Batang yang tertahan di Jabodetabek. (Dok)
Pengurus Komunitas Batang Rantau mendistribusikan paket sembako dari Pemkab Batang kepada warga Batang yang tertahan di Jabodetabek. (Dok)

BATANG, AYOJAKARTA.COM -- Bupati Batang Wihaji kirim bantuan paket sembako melalui Tim Gugus Tugas kepada warga Batang di perantauan.  Mereka tertahan di Jabodetabek karena penerapan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik.

“Data yang dikirim ke kami melalui komunitas warga Batang rantau ada 139 orang yang memang terdampak,” kata Wihaji, Selasa (12/5/2020). 

Bantuan paket sembako kita kirim melalui koordinator dua komunitas perantau yakni Komunitas Batang Perantaun (KOBARAN) dan Komunitas Batang Rantau (KOBRA).

“139 paket sembako kirim ke pengurus Kobaran untuk distribusikan ke anggota komunitas tersebut, karena yang tahu persis mereka,” jelas Wihaji.

AYO BACA : Bantuan Warga Perantau Tak Kunjung Datang, Ganjar Kirim Sembako ke Jakarta

Bupati juga mengimbau masyarakat  Batang yang mampu di Jakarta untuk membantu warga Batang yang tidak mampu. “Kalau ada kesempatan pulang kampung, dari pada mereka kelaparan dan depresi karena hanya di kontrakan, tidak ada pekerjaan, tidak ada uang malah jadi depresi, maka kami persilakan pulang yang penting lapor kepala desa dan mau dikarantina,” tutur Wihaji.

Sementara Sekjen Kobaran Sudi saat dihubungi melalui ponselnya mengungkapkan, dari 139 warga Batang yang tertahan karena diberlakukanya PSBB berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi. 

“139 orang itu yang terdata oleh kami, mereka bekerja di proyek, penjaga mall, ojek online dan mungkin masih banyak warga yang belum terdata,” jelasnya.

Dijelaskan pula sebelum mendapat kiriman dari Pemkab Batang dari 139 orang belum menerima bantuan apapun.  “Oleh karena itu, komunitas Batang rantau menghubungi pak bupati untuk meminta bantuan sembako agar kami tidak kelaparan di sini,” tutupnya. (Muslihun)

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X