Ventilator Karya PT DI dan PT Pindad Siap Diproduksi Massal

- Jumat, 24 April 2020 | 19:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau ventilator buatan ITB yang akan diproduksi massal oleh PT Dirgantara Indonesia (dok. Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau ventilator buatan ITB yang akan diproduksi massal oleh PT Dirgantara Indonesia (dok. Humas Pemprov Jabar)

AYO BACA : Positif Covid-19 di Jakarta 3.605 Orang, 327 Sembuh

AYO BACA : 1 Ramadan, Kasus Positif Covid-19 Indonesia Bertambah 436

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Sebagai salah satu alat kesehatan yang sangat vital dan langka untuk menangani pasien Covid-19, ventilator kini jadi barang incaran banyak negara. Harganya yang sangat mahal juga menjadi salah satu keberadaan ventilator di rumah sakit rujukan sangat terbatas.

Namun, saat ini Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Pindad berhasil memproduksi sendiri alat bantu pernapasan tersebut. Produk kedua perusahaan ini telah dinyatakan lulus uji produk Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI.

Ventilator PT DI diproduksi dengan desain dan prorotipe awal yang dikembangkan oleh ITB bekerja sama dengan Unpad. Ventilator yang dinamai Vent-I tersebut ditujukan sebagai alat bantu napas bagi pasien Covid-19  yang masih bisa bernapas sendiri, untuk mencegah gagal napas.

Sementara ventilator produksi PT Pindad ditujukan bagi pasien yang sudah kesulitan bernapas. Ventilator PT Pindad disebut mampu diproduksi hingga 40 unit per-hari.

Direktur Operasional PT DI M. Ridlo Akbar mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan fasilitas lini produksinya kemudian melakukan reverse engineering untuk komponen yang tidak tersedia di dalam negeri. Dengan begitu, diharapkan ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, maka PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu.

"Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei, karena sekarang kita masuk uji klinis setelah itu kita mulai produksinya," terang Ridlo.

Pihaknya pun menargetkan ventilator produksi PT DI ini akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Bandung pada tahap awal. Berikutnya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan Jabar, Indonesia, bahkan luar negeri atau ekspor.

Adapun Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, pihaknya sanggup memproduksi ventilator sebanyak 40 unit per hari. Prototipe ventilator untuk pasien yang sudah sulit bernapas ini telah sukses diuji coba di RSU Pindad dan kini tinggal menunggu sertifikat dari BPFK.

Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebanyak 1.000 unit. (Nur Khansa)

AYO BACA : Awal Ramadan, 784 Orang di Jabar Positif Covid-19

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Polisikan Fatia dan Haris Azhar , Ini Kata Luhut

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X