PUPR Tawarkan KPBU SPAM Regional Karian-Serpong untuk Pasok Air Bersih Jakarta-Tangerang

- Sabtu, 18 April 2020 | 09:11 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam kegiatan market sounding Proyek SPAM senilai Rp 2,21 triliun melalui video conference pada Jumat (17/4/2020), (Dok. Humas PUPR)
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam kegiatan market sounding Proyek SPAM senilai Rp 2,21 triliun melalui video conference pada Jumat (17/4/2020), (Dok. Humas PUPR)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penjajakan minat pasar dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong.

Kegiatan market sounding Proyek SPAM senilai Rp 2,21 triliun itu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur melalui video conference pada Jumat (17/4/2020), sesuai protokol COVID-19 dan diikuti 150 peserta dari 71 institusi yang berasal dari para calon investor, lembaga keuangan, konsultan, asosiasi, pemerintah pusat  dan daerah. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, prasarana dan sarana air minum merupakan salah satu infrastruktur dasar yang memberikan pengaruh vital pada kesehatan dan lingkungan. Pembangunan SPAM Regional Karian-Serpong melalui skema KPBU menjadi salah satu agenda yang menjadi prioritas dalam menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Jadi apa yang kita lakukan hari ini pasti akan sangat bermanfaat saat Pandemi COVID-19 ini berlalu. Kita ingin proyek ini dapat terwujud, sekaligus memenuhi target RPJMN 2020-2024 untuk mencapai layanan akses air minum 100 persen," kata Menteri Basuki. 

Ditambahkan Menteri Basuki, SPAM Karian-Serpong selain memiliki nilai sosial ekonomi yang besar untuk penyediaan air minum bagi warga Jakarta, juga menjadi salah satu upaya dari perbaikan lingkungan bagi Kota Jakarta. Hal ini untuk mencegah terus turunnya muka air tanah akibat penggunaan air tanah yang berlebihan di Jakarta. 

"Kalau proyek SPAM Karian-Serpong ini nanti selesai, maka kita baru bisa mengeluarkan kebijakan melarang orang-orang memakai air tanah. Selama ini belum selesai, tidak akan bisa melarang orang untuk memakai air tanah, mengingat selama ini kebutuhan air dipasok hanya dari Jatiluhur, Jabar, sehingga tidak mencukupi," ujar Menteri Basuki. 

Menteri Basuki berharap konstruksi proyek KPBU SPAM Karian-Serpong dapat dimulai pada 2021. Hal ini agar waktu jeda antara target rampungnya konstruksi Bendungan Karian di Lebak, Banten, pada tahun 2021 dengan pemanfaatannya melalui proyek SPAM Karian-Serpong tidak terlalu panjang. 

"Diharapkan sudah bisa mulai tender secepatnya dan pada kuartal keempat 2020 sudah bisa tanda tangan kontrak, sehingga diharapkan pada 2021 dapat dimulai konstruksinya agar proyek ini kemungkinan selesai pada 2022 atau 2023," ujar Menteri Basuki. 

Total kapasitas SPAM Regional tersebut 4.600 liter/detik bagi sekitar 1.6 juta warga di Jakarta bagian Barat dan sekitarnya. Sistem ini akan melayani area DKI Jakarta (3.200 lpd), Tangerang (650 lpd), dan Tangerang Selatan (750 lpd) dengan pipa transmisi sepanjang 25,2 km. Masa kontrak KPBU SPAM tersebut direncanakan selama 33 tahun, di mana pengembalian investasi dilakukan dengan tarif air. 

Halaman:

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

Virus Corona Tak Akan Hilang, Begini Pesan Dokter Reisa

Selasa, 28 September 2021 | 11:59 WIB

Mudah, Begini Cara Cek NIK KTP Secara Online

Selasa, 28 September 2021 | 09:19 WIB

Kematian Anak Akibat Covid-19 Tinggi

Selasa, 28 September 2021 | 08:26 WIB

Menkes Sebut PTM Bakal Ditiadakan Jika Terjadi Hal Ini

Selasa, 28 September 2021 | 06:55 WIB

Polisikan Fatia dan Haris Azhar , Ini Kata Luhut

Senin, 27 September 2021 | 14:57 WIB

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB
X