Jatam Tolak Omnibus Law, Sudah 37 Nyawa Melayang Korban Lubang Tambang

- Minggu, 23 Februari 2020 | 11:48 WIB
Lokasi tenggelamnya Bayu Setiawan di Jalan Kalan Luas, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kalimantan Timur. (Jatam Kaltim)
Lokasi tenggelamnya Bayu Setiawan di Jalan Kalan Luas, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kalimantan Timur. (Jatam Kaltim)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja juga disuarakan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur. Alasannya, omnibus law dikhawatirkan memperbanyak lubang tambang batubara. 

"Omnibus law Cipta Kerja yang memberi insentif dan keistimemewaan baru ijin-ijin tambang batubara, tanpa mengenal batas wilayah konsesi, sehingga akan semakin mendekati wilayah pemukiman warga dan berpotensi menciptakan lebih banyak lubang tambang baru. Ini sangat tegas kami tolak," ujar Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang dalam keterangannya yang diterima redaksi. 

Pradarma mengatakan, sudah bertambah lagi warga yang tewas di lubang tambang batubara. 

“Kini sudah 37 nyawa korban melayang di lubang tambang batubara. Peristiwa seperti ini dikhawatirkan akan terus terjadi di Kalimantan Timur. Untuk itu, kami menyatakan menolak omnibus law cipta kerja dan mendesak adanya proses hukum kepada perusahaan yang membiarkan lubang tambang,” kata  Pradarma. 

Dia memaparkan, pada Jumat (21/2/2020) lalu, seorang pemuda bernama Bayu Setiawan (21 tahun) tenggelam di lokasi yang diduga lubang tambang  milik PT Cahaya Energi Mandiri (CEM).

Dua rekan Bayu, Muhammad Lutfi (19) dan Febri Sudarnanto (15) menyaksikan kejadian naas itu tepatnya di Jalan Kalan Luas, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang.

Bermula pada pukul 14.00 WITA, korban dan dua rekannya tiba di lokasi tambang PT CEM untuk memancing. Mereka lantas menaiki perahu.

Jelang magrib sekitar pukul 18.25 WIT, ketiganya memutuskan pulang. "Namun niat untuk pulang terhambat, karena perahu tersangkut di batang pohon. Akhirnya mereka bertiga memutuskan berenang untuk menuju tepi lubang tambang,” Pradarma menceritakan. 

Berjarak sekitar 30 meter dari tepi, Lutfi dan Bayu mendadak lemas. Febri mencoba menolong keduanya. Sambil berenang, Febri menarik tangan keduanya. Mendekati jarak 15 meter dari tepi lubang tambang tangan Bayu terlepas.

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

X