Skandal Jiwasraya dan ASABRI, Sekjen Prodem: Ke Mana OJK dan Menkeu Sri Mulyani Selama Ini

- Jumat, 17 Januari 2020 | 09:55 WIB

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penyebab utama gagal bayarnya Jiwasraya ditengarai karena kesalahan yang sustained dalam mengelola investasi di dalam perusahaan. Asuransi Jiwasraya juga kerap menempatkan dana di saham-saham berkinerja buruk. Akibatnya, menjadi pemicu tekanan likuiditas terhadap Jiwasraya. 

Sementara hitungan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk potensi kerugian yang dialami PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), yakni mencapai Rp 16 triliun.

"Konyolnya ada PT Hanson di kasus Jiwasraya dan ASABRI serta dua perusahaan dengan seorang pemilik yang sama di kasus Jiwasraya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung," ujar Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis ProDem, Satyo Purwanto kepada Ayojakarta, Jumat (17/1/2020). 

Satyo pun mengulas kasus Jiwasraya disebut-sebut bermula pada 2002. Bahkan menurut BPK, laporan keuangan perusahaan asuransi plat merah itu semu alias rekayasa yang sudah terjadi sejak tahun 2006. 

Jiwasraya dikabarkan sudah lama mengalami kesulitan keuangan. 

Catatan dia, BPK telah dua kali melakukan pemeriksaan atas Jiwasraya, yaitu pemeriksaan khusus di tahun 2016 dan pemeriksaan investigatif pendahuluan di tahun 2018.

"Sehingga kasus tersebut sebetulnya adalah akumulasi sejak lama," terang mantan aktivis mahasiswa 98 ini. 

Jika dicermati, masih kata Satyo, modus 'pihak yang diajak berinvestasi saham oleh manajemen' terkait transaksi ini adalah grup yang sama. Ia menduga dana perusahaan dikeluarkan melalui grup tersebut.

"Jadi pembelian dilakukan dengan negoisasi bersama pihak-pihak tertentu agar bisa 'mengatur' harga yang diinginkan," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Cek! Cara Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta Tanpa Harus Antre

Minggu, 19 September 2021 | 09:37 WIB

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X