Menunggu KPK Bongkar Sumber Dana Suap untuk Anggota KPU

- Jumat, 10 Januari 2020 | 15:43 WIB
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. (Jawapos.com)
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. (Jawapos.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, sudah mencoreng wajah penyelenggara Pemilu dan Pilkada di Indonesia. 

Dugaan suap terhadap WSE, yang diduga terkait pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR dari Fraksi PDIP, mengkhianati kerja keras KPU selama puluhan tahun dalam membangun integritas lembaga dan personelnya.

Menurut Anggota DPD RI, Fahira Idris, kasus ini membuka mata semua orang bahwa potensi praktik korupsi terkait pemilu bukan hanya bisa terjadi selama tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga berpotensi terjadi saat semua tahapan pemilu sudah selesai. 

AYO BACA : KPK Cokok Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Ini juga menjadi peringatan keras bagi semua penyelenggara pemilu, terutama komisioner KPU pusat dan daerah, bahwa integritas merupakan syarat utama dan pertama yang diwajibkan UU Pemilu. Integritas itu tidak hanya dipegang saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi sepanjang periode jabatannya.

“Integritas itu nyawa bagi para penyelenggara pemilu. Itulah kenapa UU Pemilu menempatkannya di urutan paling awal syarat menjadi Anggota KPU. Kasus ini juga membuka mata publik bahwa walau tahapan pemilu sudah selesai, praktik kongkalikong antara penyelenggara dengan peserta pemilu masih bisa terjadi,” ujar Fahira Idris, dalam keterangan resminya, Jakarta (10/1/2020).

Fahira Idris mengapresiasi kerja KPK yang mampu "mengendus" kasus ini dan mampu menjaring para pelaku lewat OTT. Kasus suap yang melibatkan komisioner KPU dan eks caleg menjadi peringatan keras bagi semua partai politik dan para calegnya serta penyelenggara pemilu di semua tingkatan. Pengungkapan kasus ini juga diharapkan tidak berhenti di para pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kunci pengungkapan kasus ini adalah menguak dari mana saja asal sumber dana untuk menyuap. Apa ini hanya inisiatif eks caleg yang ingin masuk ke Senayan lewat PAW, atau melibatkan pelaku lainnya. Pengungkapan kasus ini secara tuntas menjadi penting tidak hanya bagi KPU, tetapi juga bagi demokrasi kita,” terang Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X