Infrastruktur Sosial yang Kuat Halau Radikalisme Masuk Indonesia

- Senin, 11 November 2019 | 20:32 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin/Ayojakarta.com -- Dhika Alam Noor
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin/Ayojakarta.com -- Dhika Alam Noor

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Agama aktif menyebarkan pemahaman agama yang moderat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan untuk mencegah radikalisme agar tak mudah dipengaruhi ideologi lain. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan Indonesia merupakan negara yang plural. Terbukti, bisa merawat kebhinnekaannya. 

"Itu karena Indonesia punya infrastruktur sosial yang kuat dan moderat, bukan yang radikal. Alhasil, Indonesia tidak mudah dimasuki oleh ideologi radikalisme," tuturnya di Kemenkominfo, Senin (11/11/2019).

AYO BACA : Kemenag: NU dan Muhammadiyah Dapat Menangkal Radikalisme

Kendati demikian, kata Kamaruddin, tetap harus ada kewaspadaan dengan melakukan langkah-langkah antisipatif. Sebab, di satu sisi, kondisi bangsa yang sangat plural mengandung potensi konflik. 

''Tapi ya karena infrastruktur sosial yang sangat kokoh, radikalisme bisa dihalau. Walau negara kepulauan dan majemuk, kita masih bisa bertahan,'' ucap Kamaruddin. 

Menurutnya, definisi radikalisme adalah upaya sistematis yang ingin dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk mengubah ideologi negara melalui jalan kekerasan. Sedangkan dalam konteks politik, hal itu merupakan upaya untuk mengubah ideologi negara dengan ideologi lain yang bersifat transnasional seperti khilafah dan lainnya. 

"Ideologi radikalisme bisa masuk melalui media sosial yang tak terbatas. Radikalisme dilakukan secara sitematis karena itu harus ada upaya deradikalisasi melalui cara terstruktur," pungkasnya. 

AYO BACA : Moderasi Agama Cegah Radikalisme Masuk Dunia Pendidikan

Halaman:

Editor: Lopi Kasim

Tags

Terkini

Kick-Off Program Pemberdayaan PNM Tahun 2022

Jumat, 7 Januari 2022 | 14:40 WIB
X