Kemenag: NU dan Muhammadiyah Dapat Menangkal Radikalisme

- Senin, 11 November 2019 | 18:34 WIB
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin/Ayojakarta.com-Dhika Alam Noor
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin/Ayojakarta.com-Dhika Alam Noor

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dua organisasi keagamaan, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah disebut dapat menangkal radikalisme di Indonesia. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan kedua organisasi tersebut memiliki  infrastruktur sosial yang moderat. 

"Dalam menangkal ajaran radikalisme di Indonesia, kita masih punya dua ormas besar yang dapat menangkalnya di samping pemerintah, yaitu NU dan Muhammadiyah. Kedua ormas besar ini moderat," ujarnya di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin (11/11/2019).

AYO BACA : Mengapa HRS Overstay di Arab Saudi, Ini Penjelasan Menantunya

Menurut Kamaruddin, jika ada ajaran radikal melakukan penetrasi ke rakyat Indonesia maka mereka akan berhadapan dengan kedua organisasi tersebut. 

"Kalau ada ideologi yang masuk ke Indonesia, dia harus menghadapi pemerintah, berhadapan ormas islam, berhadapan pondok pesantren, berhadapan dengan para ulama dan para sarjana," kata dia.

Indonesia, tambah Kamaruddin, tidak mudah dimasuki ideologi radikalisme, meskipun hal itu harus waspadai. Tidak seperti negara lain yang bangsanya rapuh karena tak punya infrastruktur yang kuat. 

"Mereka harus menghadapi jumlah yang sangat besar sehingga tak mudah Indonesia dipenetrasi," pungkasnya.

AYO BACA : Moderasi Agama Cegah Radikalisme Masuk Dunia Pendidikan

Halaman:

Editor: Lopi Kasim

Tags

Terkini

Kick-Off Program Pemberdayaan PNM Tahun 2022

Jumat, 7 Januari 2022 | 14:40 WIB
X