Moderasi Agama Cegah Radikalisme Masuk Dunia Pendidikan

- Senin, 11 November 2019 | 16:44 WIB
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin/Ayojakarta.com-Dhika Alam Noor
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin/Ayojakarta.com-Dhika Alam Noor

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Agama mengintruksikan agar seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) membangun pusat kajian moderasi agama sebagai upaya mencegah radikalisme.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengharapkan, moderasi agama menjadi arus utama di dalam pendidikan Islam.

''Saya perintahkan seluruh rektor buat pusat kajian moderasi beragama. Dalam lingkungan Kementerian Agama istilah ini yang dipakai bukan deradikalisasi,'' katanya dalam diskusi bertajuk Mengedepankan Strategi Deradikalisasi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Kamaruddin menjelaskan, pengertian moderasi beragama adalah yang toleran dan moderat menghargai orang lain.

Tujuan membuat kajian pusat moderasi beragama sebagai upaya kontra narasi terorisme dengan mengembangkan kurikulum serta kapasitas dosen. Terlebih perkembangan era teknologi informasi digital lewat media sosial telah membawa disrupsi dalam perilaku keberagamaan.

''Terjadi gangguan pola pikir oleh era digital karena semua informasi dan pelbagai pemikiran terhubung secara global. Termasuk didalamnya soal-soal radikalisme agama yang memang menjadi tren global,'' jelasnya.

Inilah penyebab ideologi radikalisme masuk ke Indonesia. Akibat pemahaman itu dilakukan secara sistematis maka cara untuk menangkalnya juga diperlukan upaya sistematis, masif, terstruktur dan terukur.

''Salah satunya harus ada upaya fundamental dengan moderasi agama itu untuk mencegah penetrasi radikalisme masuk dalam pendidikan kita,'' demikian Kamaruddin.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo

Tags

Terkini

Kick-Off Program Pemberdayaan PNM Tahun 2022

Jumat, 7 Januari 2022 | 14:40 WIB
X