80 Peserta Sayembara Gagasan Desain IKN Ikut Survei Lapangan Ibu Kota Baru

- Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:27 WIB
Salah satu lahan di Kalimantan Timur yang akan dijadikan kawasan ibu kota negara yang baru/Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Salah satu lahan di Kalimantan Timur yang akan dijadikan kawasan ibu kota negara yang baru/Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Setelah pelaksanaan penjelasan (Aanwijzing) teknis dan administrastif terkait Sayembara Gagasan Desain Ibu Kota Negara (IKN) yang dilaksanakan pada Jumat lalu (18/10/2019), 80 orang peserta lomba Sayembara Gagasan Desain Kawasan IKN mengikuti penjelasan lapangan pada Senin lalu (21/10/2019).

Tujuannya untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan pada area yang akan direncanakan atau dirancang. Kunjungan lapangan tersebut diawali dari Pelabuhan Semayang sebagai titik kumpul peserta dan dilanjutkan perjalanan lewat laut menggunakan kapal menuju Dermaga dengan waktu tempuh 1,5 jam. Setelah tiba di Dermaga Tanjung Maridan perjalanan dilanjutkan melalui darat menuju Menara Pandang di Kabupaten Penajam Paser Utara yang berada pada kawasan IKN. 

Usai melakukan kunjungan lapangan para peserta diberikan kesempatan untuk tanya jawab dengan narasumber Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Nicodemus Daud; Ketua Bidang Penataan Kawasan (Tim Satgas PPI- IKN), Joessair Lubis; Ketua Bidang Infrastruktur Dasar Permukiman (Tim Satgas PPI-IKN), Antonius Budiono; Kasubdit Perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai Dirjen SDA (Tim Satgas PPI-IKN), Bambang Heri; dan Kasubdit Tematik Direktorat Survei dan Pemetaan Kementerian ATR/BPN, Suradi.
 
Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Imam Santoso Ernawi, menyampaikan pesan singkatnya dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada peserta sayembara. 

"Pak Menteri menunggu gagasan dan ide-ide dari para peserta lomba untuk menciptakan IKN yang cerdas, modern dan berwawasan lingkungan," katanya. 

Di hadapan para peserta Sayembara, Imam menyampaikan beberapa catatan. Pertama, peserta harus inovatif dan kreatif walaupun dengan keterbatasan data. Kedua, konsep dan referensi dari panitia agar lebih dikembangkan lagi oleh peserta. Ketiga, delineasi lokasi dari panitia tidak dimaksudkan untuk menggiring peserta, karena semua lokasi memiliki peluang dan potensi. Keempat, Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) bisa saja di bawah 2.000 hektare dan diharapkan untuk bisa dikembangkan. 

Kelima, para peserta diizinkan melaksanakan survei lapangan secara independen dalam seminggu ini agar menghasilkan karya yang optimal. Keenam, Jembatan Pulau Balang merupakan salah satu akses alternatif dan icon dari IKN. Ketujuh, peserta diharapkan untuk fokus deliniasi kawasan 190.000 hektare. Kedelapan, konservasi menjadi pertimbangan utama. Kesembilan, kawasan lindung harus dipertahankan. Kesepuluh, budaya lokal atau kearifan lokal masyarakat setempat juga harus menjadi pertimbangan dalam desain. Lalu yang kesebelas, dimungkinkan adanya bandara atau airport khusus selain di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. 

Sementara itu, Kepala Pusdatin, Nicodemus Daud, mengatakan, tujuan kunjungan lapangan agar para peserta dapat mengetahui kondisi sesungguhnya rencana lokasi IKN. 

"Jadi tidak hanya berdasarkan peta, sehingga lebih paham kondisi lapangan seperti apa dan bisa lebih komprehensif dalam membuat desain," terangnya.

"Peserta bisa melihat di lapangan, lalu berdiskusi dan akhirnya akan menghasilkan inovasi desain yang menjadikan Ibu Kota Negara sebagai Ibu Kota Asia," tambahnya. 

Halaman:

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

3 Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Hari Jumat

Jumat, 17 September 2021 | 07:39 WIB
X