TNI-Polri Jangan Mau Dibenturkan, Presiden Bisa Kehilangan Kedua Tangan

- Sabtu, 5 Oktober 2019 | 15:43 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo/Netralnews
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo/Netralnews

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengingatkan agar TNI dan Polri tidak mudah dibenturkan.

''Jadi Polri adalah tangan kanan presiden dalam kondisi tertib sipil, dan TNI tangan kirinya presiden," katanya usai peringatan HUT ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (5/10/2019).

Menurut Gatot, kondisinya akan berbalik jika dalam keadaan darurat yakni TNI menjadi tangan kanan dan Polri sebagai tangan kiri presiden. Artinya, baik TNI maupun Polri memiliki peran sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

AYO BACA : PDIP Dukung Kebijakan Jokowi yang Menyejahterakan Prajurit TNI

''Maka jangan mau dibenturkan. Karena kalau dibenturkan presiden akan kehilangan dua tangannya,'' jelas Gatot.

Selain Gatot, turut hadir sejumlah purnawirawan TNI seperti Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar yang kini menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dan Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, beserta sejumlah pejabat, baik legislatif maupun eksekutif hadir dalam kesempatan itu. Diantaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo serta wapres terpilih KH Maruf Amin.

Kemudian, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres keenam RI Try Sutrisno, Wapres kesembilan RI Hamzah Haz, dan Wapres kesebelas RI Boediono.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo

Tags

Terkini

Covid-19 Akan Melemah dan Jadi Flu Biasa Kata Ahli

Minggu, 26 September 2021 | 14:57 WIB

Tanya Jawab BSU atau BLT Pekerja Tahap 4 dan Tahap 5

Sabtu, 25 September 2021 | 15:37 WIB

Hampir di 1.300 Sekolah Ditemukan Klaster Covid-19

Kamis, 23 September 2021 | 13:34 WIB
X