Habib Bahar bin Smith Resmi Bebas dari Penjara Setelah Ditahan Sejak 2018

- Minggu, 21 November 2021 | 11:32 WIB
Assayid Bahar alias Habib Bahar bin Ali bin Smith, saat dinyatakan bebas dari Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur (Dok Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur)
Assayid Bahar alias Habib Bahar bin Ali bin Smith, saat dinyatakan bebas dari Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur (Dok Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur)

 

GUNUNG SINDUR, AYOJAKARTA - Assayid Bahar alias Habib Bahar bin Ali bin Smith, dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Minggu 21 November 2021.
 
Pembebasan Habib Bahar ini dilakukan karena yang bersangkutan telah selesai menjalani masa pidananya . 
 
“Yang bersangkutan telah selesai menjalani masa pidana secara murni. Sesuai dengan perhitungannya, pembebasannya jatuh pada hari ini, Minggu 21 November 2021,” kata Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto dalam keterangan tertulis yang diterima ayobogor.com
 
Meski secara resmi sudah dibebaskan, Habib Bahar bin Smith tetap dipantau oleh pihaknya serta mendapatkan pendampingan.
 
Pihak Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur juga sudah berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) setempat, seperti Kepolisian Resor (Polres) Bogor, Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Sindur, dan Komando Rayon Militer (Koramil) Gunung Sindur , Kodim 0621 Bogor guna memberikan pendampingan. 
 
“Kita pastikan proses pembebasan berjalan aman dan lancar sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan pendampingan kepada Habib Bahar bin Smith” tutupnya.
 
Sekedar diketahui, Habib Bahar mulai ditahan pada 18 Desember 2018 lalu, setelah selesai menjalankan hukuman dari tindak pidana Pasal 333 KUHP dengan pidana 3 tahun dan Pasal 351 KIUHP dengan pidana 3 bulan. 
 
Selama menjalankan pidana dari tahun 2018, ia mendapatkan remisi sebanyak 4 bulan. 
 
Pemberian remisi diberikan sesuai dengan Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2012, tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1999, tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
 
Serta Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 18 tahun 2019, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 tahun 2018, tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

Editor: Husnul Khatimah

Terkini

Galau Webcam Diretas? Ini 6 Cara Deteksi

Senin, 29 November 2021 | 19:00 WIB
X