Penuhi Syarat Ini Kalau Indonesia Mau Keluar dari Pandemi Covid-19 Tahun Depan

- Sabtu, 20 November 2021 | 12:01 WIB
Masker medis/ Pixabay
Masker medis/ Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA – Sejumlah ahli menilai bahwa virus corona akan tetap ada sampai kapanpun, namun bukan berarti status pandemi berlaku selamanya. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengungkapkan optimismenya. Dia mengajak seluruh masyarakat menjadikan tahun 2022 sebagai tahun terakhir Indonesia dalam masa pandemi. 

Namun, untuk menuju ke sana, diperlukan beberapa upaya yang harus dilakukan. Selain disiplin menjalankan protokol kesehatan, masyarakat juga diminta mendukung percepatan vaksinasi dan ikut membantu menekan potensi munculnya gelombang ketiga Covid-19. 

“Tahun 2022 adalah tahun ketiga kita berada di masa pandemi. Mari bertekad untuk jadikan ini tahun terakhir kita berada dalam masa wabah raya. Tunjukan lagi kerjasama yang solid dan gotong royong yang kuat, kekompakan tingkat tinggi untuk mencegah gelombang ketiga,” kata Reisa saat memberikan keterangan resminya, dikutip laman resmi Satgas Covid-19, Sabtu 20 November 2021. 

“Dengan segenap kemampuan kita, dengan sukses menjadi Presidensi G20, dengan tetap menjadi salah satu tertinggi di dunia dalam memvaksinasi rakyatnya, dengan menjadi salah satu paling disiplin dalam prokes dan terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru, mari kita bersama pulihkan kesehatan dan bangkitkan ekonomi,” lanjut dia. 

Percepatan dan pemerataan vaksinasi memang tetap menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam penanganan COVID-19. Selain terus memastikan pasokan vaksin aman, pemerintah juga mendorong masyarakat membantu tercapainya target 70% penduduk tervaksinasi pada akhir 2021.

“Hari ini bahkan sudah lebih dari 220 juta suntikan diberikan kepada masyarakat. Target WHO (Badan Kesehatan Dunia) bahwa 40 persen warga divaksin lengkap di akhir tahun ini pun sudah dilewati,” ujar Reisa. 

Untuk meminimalisir gelombang ketiga, pemerintah juga berencana akan memberlakukan pengetatan mobilitas. Sejumlah kegiatan diusulkan dilarang pelaksanaannya, yaitu: acara pergantian tahun baik di luar maupun di dalam ruangan termasuk pesta petasan dan kembang api, pawai arak-arakan di tahun baru, even perayaan Nataru di mal, serta kegiatan seni budaya dan olahraga.

Selain itu, pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan juga dilakukan di sejumlah destinasi, terutama di gereja pada saat perayaan Natal, tempat perbelanjaan, sekolah, restoran, dan destinasi wisata.

Halaman:

Editor: Firda Puri

Tags

Terkini

Galau Webcam Diretas? Ini 6 Cara Deteksi

Senin, 29 November 2021 | 19:00 WIB
X