Pemerintah Perketat Mobilitas Libur Nataru 2022

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:07 WIB
Ilustrasi  liburan  (Pixabay)
Ilustrasi liburan (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Pemerintah tengah bersiap melakukan pembatasan mobilitas masyarakat dan pengetatan protokol kesehatan untuk mencegah terjadi kembalinya lonjakan kasus Covid-19 usai masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

"Semua pihak harus belajar dari negara-negara Cina, Inggris, Jerman, dan beberapa negara lainnya yang mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Saya harap, seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama kompak menjaga kondisi yang sudah mulai membaik ini," jelas Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya dalam keterangannya, Rabu (27/10).

Selain upaya pengendalian mobilitas dan pengetatan protokol kesehatan, ia juga menginstruksikan agar para operator transportasi dapat memastikan kesiapan sarana transportasi massal baik dari aspek keselamatan, kelaikan, kondisi kesehatan para SDM transportasi, dan aspek penting lainnya.

"Saya mendorong agar ramp check pada seluruh moda dapat dilakukan. Tidak hanya pengecekan kelaikan sarana, tetapi juga pengecekan kondisi kesehatan awak transportasi," ujar Budi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menjelaskan, kegiatan berskala besar nan luas, seperti libur nasional dan libur kegiatan keagamaan biasanya menimbulkan kerumunan massa dan seringkali menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

"Landasan pemerintah melakukan pengetatan mobilitas di masa libur Nataru 2022, sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa penurunan kasus Covid-28 tak boleh membuat semua pihak lemah," ujarnya.

Muhadjir mengatakan melalui Surat Keputusan Bersama 3 Menteri telah menghapus cuti bersama pada 24 Desember 2021, yang ada hanya libur Sabtu-Minggu biasa karena 25 Desember 2021 dan 1 Januari 2022 jatuh pada Sabtu

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Galau Webcam Diretas? Ini 6 Cara Deteksi

Senin, 29 November 2021 | 19:00 WIB
X