Jelang Nataru, Pemerintah Waspada Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19

- Senin, 25 Oktober 2021 | 17:35 WIB
Kasus Covid-19 Landai, Pengguna KRL Naik Hingga 105 Persen (Yogi Faisal)
Kasus Covid-19 Landai, Pengguna KRL Naik Hingga 105 Persen (Yogi Faisal)

TEBET, AYOJAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kasus konfirmasi Indonesia terutama Jawa-Bali telah turun hingga 98,8% dari kasus puncak gelombang kedua pada 15 Juli 2021.

Luhut membeberkan adanya arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar terus waspada dan berhati-hati datangnya gelombang selanjutnya atau gelombang ketiga di Indonesia. Dia menuturkan, ada peningkatan kasus di 105 kota/kabupaten seluruh Indonesia.

“Meskipun hal itu masih terkontrol dengan sangat baik, tapi kami melihat ada indikasi naik turun. Tentu kita perlu waspadai,” ujar Luhut dalam konferensi persnya, Senin 25 Oktober 2021.

Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan baru berupa penggunaan tes PCR bagi seluruh penumpang pesawat terbang. Kebijakan per 24 Oktober 2021 itu diakui pemerintah sebagai salah satu upaya untuk mencegah adanya gelombang ketiga Covid-19.

Luhut mengatakan bahwa kebijakan itu karena pihaknya melihat adanya resiko penyebaran virus yang semakin meningkat, seiring dengan mobilitas masyarakat yang juga terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Luhut mengatakan, liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mendatang menjadi pertimbangan diperketatnya mobilitas masyarakat. Dia membeberkan, bahwa mobilitas masyarakat di Bali saat ini sama dengan Nataru tahun lalu.

“Walaupun tanpa varian Delta, dapat kami sampaikan bahwa mobilitas di Bali saat ini sama dengan Nataru tahun lalu dan dapat meningkat sampai akhir tahun ini, sehingga meningkatkan adanya penyebaran kasus,” tutur Luhut.

Luhut bahkan membeberkan bahwa penggunaan PCR akan dilakukan secara bertahap pada transportasi lain. Hal ini, kata dia, untuk mengantisipasi periode Nataru dimana pada Nataru tahun lalu, mobilitas masyarakat tetap tinggi kendati kebijakan PCR dilakukan, yang akhirnya meningkatkan penyebaran kasus Covid-19.

Mengenai hal ini, Luhut mengatakan bahwa Jokowi ingin agar harga tes PCR dapat diturunkan dari minimum Rp 495 ribu menjadi Rp 300 ribu. Selain itu, Jokowi juga menginginkan agar tes PCR berlaku menjadi 3x24 jam dari yang tadinya 2x24 jam untuk perjalanan pesawat.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Galau Webcam Diretas? Ini 6 Cara Deteksi

Senin, 29 November 2021 | 19:00 WIB
X