Polri Pastikan Densus 88 Antiteror Tidak Bubar

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:46 WIB
 
KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA -- Unggahan anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon di media sosial Twitter yang meminta agar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dibubarkan mendapatkan respons dari Polri.
 
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, kinerja Densus 88 untuk mencegah aksi terorisme di tanah air.
 
"Kita sudah lihat ya upaya-upaya yang dilakukan oleh Densus 88 sejak berdirinya, Densus sudah melakukan upaya-upaya yang banyak ya," dikutip dari laman resmi Humas Polri, Rabu 13 Oktober 2021.
 
Menurut Ramadhan, Densus 88 bukan hanya melakukan upaya penegakan hukum, tapi juga deradikalisasi terhadap para teroris. 
 
"Densus 88 adalah suatu organisasi di bawah Polri, tujuannya adalah melakukan kegiatan pencegahan, melakukan penegakan hukum tindak pidana terorisme. Lalu upaya-upaya tersebut juga tidak hanya melakukan upaya penegakan hukum, tapi upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus 88 seperti yang kita sampaikan kemarin, di mana upaya deradikalisasi yang dilakukan di Lapas Gunung Sindur," tuturnya. 
 
Tak hanya itu, Densus 88 juga membuat para napi teroris (napiter) mengucap ikrar setia ke NKRI.
 
"Di mana beberapa napiter yang sedang menjalani pidananya melakukan sumpah setia kepada NKRI. Ini menunjukkan bahwa upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus 88 itu berhasil," katanya. 
 
Ramadhan menjelaskan, salah satu keberhasilan deradikalisasi Densus 88 yakni ketika salah satu narapidana teroris bernama Imam Mulyana mengucap sumpah setia beberapa waktu lalu.
 
"Terkait dengan apa yang disampaikan, kita prinsipnya Polri dalam hal ini Densus 88 terus bekerja, terus melakukan tugasnya untuk melakukan pemberantasan terorisme," jelasnya. 
 
Dalam pengucapan sumpah itu, Imam membeberkan dirinya menyimpan 35 kilogram bom TATP 'Mother of Satan' di Gunung Ciremai, Jawa Barat.
 
"Dan juga setelah ia melakukan sumpah setia kepada NKRI, salah satu napiter atas nama IM menyebutkan bahwa ia masih menyimpan 35 kg bubuk TATP yang mana telah kita sampaikan kemarin," katanya.
 
Setelah mendapatkan informasi lokasi bom tersebut, petugas kepolisian langsung bergerak ke tempat penyimpanan bom TATP milik Imam Mulyana tersebut. Setelah tiba di lokasi, Densus 88 langsung memusnahkan bom tersebut di lokasi.
 
Sementara itu, Ramadhan menegaskan Densus 88 tidak akan bubar. Densus 88 terus bekerja untuk menyelamatkan Indonesia dari aksi terorisme.
 
"Jadi kita tidak bergeming dengan apa yang disampaikan, kita tetap bekerja. Demi menyelamatkan bangsa ini dari aksi-aksi terorisme di Indonesia. Ya prinsipnya kita tetap bekerja, kita tidak mendengar, hal-hal seperti tersebut. Kita tetap melakukan upaya-upaya dalam rangka mencegah dan penegakan terorisme di Indonesia," tegasnya. 

Editor: Firda Puri

Tags

Terkini

Hore! Anak di Bawah 12 Tahun Kini Boleh Naik KRL

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:15 WIB

Ini Besaran Gaji PNS untuk Lulusan SMA atau SMK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Ini Pelonggaran Aktivitas PPKM Level 2 dan 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:19 WIB
X