Simak Baik-baik, Ini Alasan Insentif Kartu Prakerja Tidak Cair

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:24 WIB
Kartu Prakerja Gelombang 18 (Ilustrasi/Istimewa)
Kartu Prakerja Gelombang 18 (Ilustrasi/Istimewa)
 
TEBET, AYOJAKARTA -- Penerima Kartu Prakerja harus dapat memanfaatkan kesempatan baik berupa pelatihan maupun insentif yang diberikan. Hal ini karena masih banyak jutaan masyarakat Indonesia yang tidak lolos dalam gelombang-gelombang Kartu Prakerja
 
Adapun bagi mereka yang lolos, akan mendapatkan insentif dengan total Rp 3,55 juta. Namun, mereka harus bijak dalam memanfaatkan uang tersebut.
 
Pasalnya, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mempunyai aturan berkaitan dengan penggunaan insentif tersebut. Aturan itu termaktub dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020.
 
Aturan tersebut berbunyi bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak mendapatkan SMS pengumuman lolos sebagai peserta dari Kartu Prakerja.
 
Ketika ada peserta yang belum membeli pelatihan pertama yang melewati dari tanggal yang ditentukan, yang bersangkutan tidak akan menerima insentif sebesar Rp 3,55 juta. Selain itu, mereka juga akan dimasukkan ke dalam daftar hitam di pendaftaran Kartu Prakerja selanjutnya. 
 
Lantas bagaimana cara untuk membeli pelatihan pertama dan mengamankan insentif agar tidak hangus? Berikut Ayojakarta merangkum tata cara membeli pelatihan:
 
1. Pilih salah satu dari 7 platform yang ada di dashboard Kartu Prakerja, baik sesuai skill maupun minat
 
2. Anda akan diarahkan ke laman baru dan tata cara membeli pelatihan dengan kategori ‘Kartu Prakerja
 
3. Jika sudah memilih program pelatihan, klik tombol ‘Beli’
 
4. Salin nomor Kartu Prakerja Anda di laman dashboard
 
5. Tempel nomor Kartu Prakerja yang sudah disalin ke menu pembelian pelatihan
 
6. Tunggu hingga transaksi berhasil
 
Dalam 7 mitra pelatihan tersebut, ada banyak pelatihan yang dapat diambil oleh para penerima Kartu Prakerja, baik yang sesuai dengan skill maupun minat. Nantinya, mereka harus menyelesaikan pelatihan yang dipilih untuk mendapatkan sertifikat dan memberikan rating atau survei, guna pencairan insentif.
 
Rincian insentif Ro 3,55 juta berupa uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta (tidak bisa dicairkan), insentif pasca-pelatihan Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 50 ribu untuk tiga kali atau Rp 150 ribu.
 
 

 

Editor: Firda Puri

Tags

Terkini

Hore! Anak di Bawah 12 Tahun Kini Boleh Naik KRL

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:15 WIB

Ini Besaran Gaji PNS untuk Lulusan SMA atau SMK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Ini Pelonggaran Aktivitas PPKM Level 2 dan 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:19 WIB
X