Hasil Seleksi Guru PPPK Diumumkan 170 Ribu Orang Lolos

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:17 WIB
Ilustrasi Sekolah  (Pixabay)
Ilustrasi Sekolah (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru pada Jumat (8/10). Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, untuk pertama kalinya dalam sejarah guru honorer dapat mengambil seleksi dalam upaya membuktikan kelayakannya menjadi PPPK.

Dia menegaskan, pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru honorer pada sekolah negeri melalui seleksi yang diselenggarakan. Kata dia, dengan rekrutmen guru honorer menjadi PPPK, maka status kepegawaian guru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjadi jelas. 

Langkah ini, menurut Nadiem, sekaligus bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan guru. Serta, sebagai upaya mengangkat derajat guru karena profesi mereka yang mulia dan terhormat.

“Sangat menyedihkan ada situasi di mana banyak guru yang baik dengan tingkat kompetensi yang bagus menerima gaji dari Rp 200 ribu-Rp 500 ribu per bulan. Dan ini, jadi pekerjaan rumah (PR) terbesar pemerintah pusat dan daerah untuk bisa memberikan keadilan bagi para guru honorer,” ujar Nadiem dalam siaran langsung Kemendikbud RI pada Jumat (8/10).

Status PPPK sangat penting karena saat para guru honorer menjadi ASN atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, mereka akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengikuti program-program peningkatan kompetensi. 

Nadiem menuturkan, peningkatan kompetensi guru adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran yang diterima oleh pelajar-pelajar Indonesia. “Tidak ada merdeka belajar, tidak ada reformasi sistem pendidikan tanpa kualitas guru yang baik dan peningkatan mutu secara berkala untuk semua guru di Indonesia,” ucap Nadiem.

Pada 2021, pemerintah pusat menyediakan 1.002.616 formasi guru ASN yang disediakan pemerintah pusat. Namun, hanya 506.252 yang diajukan oleh pemerintah daerah. 

Selain itu, hanya 322.665 yang mendapatkan formasi pelamar di ujian pertama atau sekitar 64 persen. Sementara, masih ada formasi kosong atau belum terpenuhi sebanyak 183.587 atau 36 persen.

Nadiem mengatakan, yang belum terpenuhi kebanyakan di daerah-daerah kecil. Di mana, masih belum cukup jumlah guru yang menjadi pelamar untuk dapat mengisi posisi-posisi tersebut. Kemendikbud terus berupaya mendorong agar pada akhirnya posisi-posisi ini terpenuhi dalam setiap ronde seleksi. 

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Sumber: Republika.co.id

Tags

Terkini

Hore! Anak di Bawah 12 Tahun Kini Boleh Naik KRL

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:15 WIB

Ini Besaran Gaji PNS untuk Lulusan SMA atau SMK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Ini Pelonggaran Aktivitas PPKM Level 2 dan 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:19 WIB
X