Ahli Epidemiologi : Virus Corona Varian Mu Berpotensi Masuk Indonesia

- Jumat, 17 September 2021 | 15:13 WIB
Ilustrasi Zona Merah Covid-19 (Pixabay)
Ilustrasi Zona Merah Covid-19 (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Ahli epidemiologi mengungkap bahwa virus corona varian Mu berpotensi masuk ke Indonesia. 

Virus corona varian Mu pertama kali ditemukan di Kolombia, dan sekarang setidaknya sudah terdeteksi di 39 negara.

Ahli epidemiologi dari Universitas Andalas, Defriman Djafri, mengatakan bahwa varian Mu virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, masih tergolong variant of interest (VoI), dan ada kemungkinan untuk masuk ke Indonesia.

Dikutip dari Suara.com, Jumat 17 September 2021, menurut Defriman yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Provinsi Sumatera Barat, saat ini Badan Kesehatan Dunia atau WHO sedang memantau varian Mu.

WHO mengklasifikasikan suatu varian virus SARS-CoV-2 sebagai VoI dengan kriteria yakni varian tersebut memiliki perubahan genetik yang diperkirakan atau diketahui mempengaruhi karakteristik virus, seperti penularan, keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, pelepasan diagnostik atau terapeutik.

VoI juga diidentifikasi sebagai penyebab penularan komunitas yang signifikan atau beberapa klaster Covid-19 di banyak negara, dengan prevalensi relatif yang meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu, atau dampak epidemiologis nyata lainnya yang menunjukkan risiko yang muncul terhadap kesehatan masyarakat global.

Selain varian Mu, hingga sekarang ini varian yang masuk daftar VoI adalah varian Eta, Iota, Kappa, dan Lambda.

Lebih lanjut Defriman mengatakan bahwa varian Mu ini memiliki mutasi yang memiliki potensi untuk menghindari kekebalan oleh infeksi atau vaksinasi sebelumnya.

Menurutnya, hasil dari suatu kajian di Jepang mengatakan terdapat netralisasi yang tidak efektif dari varian Mu terhadap plasma konvalesen dan vaksin.

Defriman menuturkan upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kewaspadaan agar varian tersebut tidak masuk ke Indonesia. Selain itu, penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat juga harus ditingkatkan dan diawasi.

Halaman:

Editor: Firda Puri

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Hore! Anak di Bawah 12 Tahun Kini Boleh Naik KRL

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:15 WIB

Ini Besaran Gaji PNS untuk Lulusan SMA atau SMK

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Ini Pelonggaran Aktivitas PPKM Level 2 dan 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:19 WIB
X